Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lawan Kecanduan Gadget, Jebres Ajari Anak-Anak Bikin Gerabah Lewat JEVA

Damianus Bram • Minggu, 13 Juli 2025 | 00:59 WIB
JEVA 2025 di Taman Cerdas Jebres ajak anak-anak belajar gerabah, lawan kecanduan gadget lewat edukasi budaya.
JEVA 2025 di Taman Cerdas Jebres ajak anak-anak belajar gerabah, lawan kecanduan gadget lewat edukasi budaya.

SOLOBALAPAN.COM – Kelurahan Jebres menggelar kegiatan tahunan Jebres Ethnic Visual Art (JEVA) 2025 dengan tema workshop pembuatan gerabah.

Bertempat di Taman Cerdas Soekarno Hatta, kegiatan ini diikuti puluhan anak-anak yang antusias belajar langsung seni membuat gerabah bersama para ahli dari UNS.

Kegiatan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Kelurahan Jebres ini bertujuan mengenalkan seni budaya sejak dini sekaligus menjadi alternatif aktivitas anak-anak agar tidak kecanduan gadget.

Ketua Panitia JEVA 2025, Hari Sapto, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan sejak tahun 2023 dan terus mengalami perkembangan.

"Kegiatan JEVA ini mulai dari 2023 dengan dua kegiatan, yakni melukis topeng dan melukis payung," jelasnya, Sabtu (12/7/2025).

Pada tahun ketiganya, JEVA mengangkat tema budaya gerabah.

Menurut Hari, pemilihan tema ini bertujuan agar anak-anak bisa merasakan langsung pengalaman membuat karya budaya secara utuh, dari proses awal hingga pembakaran.

"Kami sengaja membentuk kegiatan workshop ini agar anak-anak merasakan langsung bagaimana budaya ini terjadi," ujarnya.

JEVA 2025 berkolaborasi dengan Prodi Keramik Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS, menghadirkan dosen dan mahasiswa sebagai mentor.

"Kami menghadirkan ahlinya, yakni dosen dan mahasiswanya. Anak-anak juga akan mendapatkan gerabah hasil karya mereka dan sertifikat setelah proses pembakaran," imbuh Hari.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta anak-anak dari usia SD kelas 4 hingga SMP kelas 3 yang tercatat dalam data KIA Kelurahan Jebres.

Hari juga menyebutkan bahwa setiap tahunnya peserta JEVA terus bertambah.

Mas Wali Minta Digelar Dua Kali Setahun

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turut hadir dan mengapresiasi pelaksanaan JEVA 2025.

Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program "Kecamatan Berdaya" dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Ini sangat bagus. Selain dikenalkan budaya pembuatan gerabah, anak-anak juga punya kegiatan yang mencegah kecanduan gadget," ujar Respati.

Respati bahkan ikut mencoba langsung membuat gerabah dan mengakui bahwa prosesnya membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

"Ini yang jelas harus digelar, dan kami akan mencoba menarik pihak ketiga untuk aktivasi. Kegiatan ini ternyata setahun sekali dan saya minta ke depan dua kali. Saya tanya anak-anak, mereka ada yang ingin melukis sepatu, melukis baju," lanjutnya.

Pemerintah, kata Respati, membuka diri terhadap berbagai usulan tema kreatif dari anak-anak.

"Ini bermain namun ada edukasi. Yang jelas akan ada beragam kegiatan dengan tema lain. Ini untuk melihat potensi dan jati diri mereka. Kami support penuh," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Kelurahan Jebres #gerabah #Jebres Ethnic Visual Art #JEVA #workshop