Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

3.868 Mahasiswa UNS Terjun KKN di 9 Provinsi, Perlindungan BPJS Menyertai

Fauziah Akmal • Kamis, 10 Juli 2025 | 18:31 WIB
Simbolis Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, Suwilwan Rachmat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke mahasiswa UNS peserta KKN periode Juli-Agustus 2025.
Simbolis Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, Suwilwan Rachmat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke mahasiswa UNS peserta KKN periode Juli-Agustus 2025.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menerjunkan 3.868 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung Juli–Agustus 2025.

Mereka mendapatkan jaminan keselamatan mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Para mahasiswa ditempatkan di 43 kabupaten di sembilan provinsi, mulai dari Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Lampung, NTB, NTT, Maluku, hingga Sulawesi Tenggara.

Tahun ini, KKN UNS mengusung enam tema utama, antara lain edukasi pemberdayaan dalam penguatan SDGs (100 tim), literasi (64 tim), ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan (78 tim), kemitraan luar Pulau Jawa (20 tim), kemitraan dalam Pulau Jawa (111 tim), serta KKN Kebangsaan XIII di Universitas Hasanuddin (2 tim).

Untuk kedua kalinya, semua mahasiswa KKN UNS kami ikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujar Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, Suwilwan Rachmat.

Suwilwan menambahkan, manfaat perlindungan yang diberikan setara dengan yang diterima pekerja industri, termasuk pendampingan hingga sembuh apabila terjadi kecelakaan kerja.

“Termasuk jika membutuhkan alat bantu seperti kruk atau kaki palsu, perlindungan tetap diberikan,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah UNS tersebut dan mendorong seluruh kampus di Jawa Tengah mengikuti jejak yang sama.

Menurutnya, perlindungan ini sangat krusial mengingat banyak lokasi KKN berada di daerah terpencil bahkan lereng gunung.

Simbolis Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, Suwilwan Rachmat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke mahasiswa UNS peserta KKN periode Juli-Agustus 2025.
Simbolis Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, Suwilwan Rachmat menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke mahasiswa UNS peserta KKN periode Juli-Agustus 2025.

“Mahasiswa itu berada di lapangan, kadang di wilayah berisiko. Kita tidak pernah berharap ada musibah, tapi kalau itu terjadi, setidaknya ada jaminan untuk mereka dan keluarganya,” tegasnya.

Taj Yasin menilai keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN atau magang menjadi bentuk kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan jaminan sosial.

“Ini kali pertama saya melihat KKN dilindungi penuh oleh BPJS. Kami berharap ini menjadi standar bagi semua kampus,” katanya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, mengatakan bahwa program KKN Tematik adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UNS bersama BPJS Ketenagakerjaan sekaligus Duta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami ingin memastikan mahasiswa paham betul manfaat program ini agar dapat menyampaikan informasi dengan tepat kepada masyarakat,” ujarnya. (zia)

Editor : Laila Zakiya
#asuransi #kkn uns #jaminan kecelakaan kerja #bpjs ketenagakerjaan