Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tenggelam di Selat Bali, Benarkah KMP Tunu Pratama Jaya Sebenarnya Sudah Tak Layak Berlayar?

Laila Zakiya • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:45 WIB

 

Daftar nama penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali.
Daftar nama penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali.

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, tak hanya memicu duka mendalam, tapi juga menyisakan pertanyaan besar soal kelayakan kapal penyeberangan yang masih aktif beroperasi di jalur padat seperti Ketapang–Gilimanuk.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Banyuwangi, kapal ini sudah berusia 15 tahun dan diduga kuat tidak layak berlayar.

Kapal berbendera Indonesia tersebut secara resmi tercatat sebagai buatan Balikpapan tahun 2010, namun sumber internal pelayaran menyebutkan bahwa struktur aslinya jauh lebih tua dari dokumen resmi.

Dugaan ini makin menguat karena kondisi kapal sudah tidak prima sejak meninggalkan Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 WIB.

Tragedi dimulai saat air masuk ke ruang mesin dan menyebabkan blackout.

“Begitu air masuk ruang mesin, kapal langsung blackout. Tidak ada genset cadangan di bagian atas seperti standar kapal baru,” ujar salah satu awak kapal yang selamat, kepada Jawa Pos.

Kronologi Singkat Kecelakaan

Dari laporan resmi Dermaga LCM Gilimanuk, berikut urutan kronologi yang terjadi dalam waktu singkat:

00.16 WITA – Kru kapal mengirim sinyal darurat lewat channel 17, melaporkan kebocoran mesin
00.19 WITA – Kapal mengalami pemadaman total (blackout)
00.22 WITA – Laporan dari kapal lain menyebut kapal telah terbalik dan hanyut ke arah selatan pada koordinat -08°09.371', 114°25.1569'

Kapal ini mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 kendaraan. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi laut paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Selat Bali.

Spesifikasi KMP Tunu Pratama Jaya Sudah Tertinggal Zaman?

Jawa Pos Radar Banyuwangi juga mengungkapkan rincian teknis kapal sebagai berikut:

Panjang keseluruhan: 65,15 meter
Lebar: 12,20 meter
Kecepatan maksimum: 10 knot
Konsumsi BBM: 5 ton/hari
Tangki BBM: 75 ton
Kapasitas air bersih: 40 ton
Mesin utama: 2 x Glahm-STE3 60 HP (Yanmar)
Auxiliary Engine: 2 x Yuchisi Marine 50 KW Type 4108ZC dan 4 x Mitsubishi Type 6D14
Sistem Navigasi: Radar RDP-141, GPS GP-32, Radio SSB IC-M710

Namun dari sisi keselamatan, sistem kelistrikan dan antisipasi darurat kapal ini disebut jauh dari standar modern, terutama karena tidak memiliki sistem cadangan saat terjadi blackout.

 

Seorang pengamat transportasi laut nasional yang dikutip oleh Jawa Pos menyatakan keprihatinan serius:

“Banyak kapal tua yang masih dipaksa beroperasi karena alasan ekonomi. Tapi keselamatan penumpang seharusnya tidak bisa ditawar.”

Ia juga menyarankan agar kapal-kapal berusia di atas 20 tahun harus menjalani uji kelayakan ulang secara berkala dengan audit terbuka.

“Kalau memang sudah tak layak, harus dicabut izinnya. Jangan tunggu tenggelam dulu baru ribut,” tegasnya.

 

Otoritas pelayaran berjanji akan menyelidiki tuntas dokumen kapal, termasuk catatan docking terakhir dan dugaan manipulasi tahun pembuatan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa pencarian korban masih berlangsung dan semua upaya penyelamatan dikerahkan.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan penyelamatan,” tegasnya.

 

Hingga Kamis pagi (3/7), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 35 orang, terdiri dari 31 penumpang selamat dan 4 meninggal dunia.

Proses penyelamatan menghadapi hambatan cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan arus kuat. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #selat bali #kapal tenggelam #kecelakaan #KMP Tunu Pratama Jaya