Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Fakta Lengkap Aksi Nekat Devita Sari, Mahasiswi UNS Lompat ke Bengawan Solo

Damianus Bram • Rabu, 2 Juli 2025 | 16:05 WIB
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.

SOLOBALAPAN.COM – Peristiwa tragis terjadi di Jembatan Jurug, Kota Solo, Senin siang (1/7/2025), sekitar pukul 12.00 WIB.

Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS), Devita Sari Anugraheni, diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat ke Sungai Bengawan Solo.

Korban yang tercatat sebagai mahasiswi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS angkatan 2021, hingga kini belum ditemukan dan diduga hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Diteriaki Saksi, Tapi Tetap Nekat Terjun

Baca Juga: Siapa Devita Sari? Mahasiswi UNS yang Loncat dari Jembatan Jurug, Dikenal Pendiam dan Tinggalkan Surat Wasiat

Aksi nekat itu disaksikan langsung oleh Hariadi, seorang driver ojek online (ojol) yang saat itu tengah melintasi jembatan.

“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi. Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’ Tapi belum sempat saya dekati, dia sudah terjun ke bawah,” ujar Hariadi.

Ia pun segera menepikan motornya dan menurunkan penumpang untuk memastikan apa yang terjadi.

Namun, saat melihat ke arah sungai, tubuh korban sudah tidak terlihat di permukaan air.

“Airnya deras, saya tengok ke bawah, sudah enggak kelihatan apa-apa,” katanya.

Tinggalkan Motor dan Surat Wasiat Menyentuh

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sepeda motor Honda Beat merah putih bernomor polisi AA 3757 CY, tas hitam berisi ponsel, kartu identitas, dan sebuah buku catatan kecil.

Dalam buku tersebut terdapat pesan tangan yang diduga ditulis oleh korban. Pesan itu menggambarkan kondisi mental yang sedang tidak stabil:

Aku pergi ya, jangan salahkan keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang, aku bukan diriku. Aku capek. Maaf untuk Bapak Dr. Sumardiyono, S.Km karena telah menghianati dan berjanji untuk bertahan. Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa, aku nggak... Aku capek, Bu. Maaf aku tak sekuat ibu.”

Korban Ternyata Mahasiswi Berprestasi

Pihak kampus UNS turut menyampaikan pernyataan resmi terkait identitas korban.

Agus Riewanto, juru bicara UNS, mengonfirmasi bahwa korban adalah mahasiswi Prodi D4 K3 angkatan 2021 dan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar - Kuliah (KIP-K).

“Mahasiswi tersebut memiliki IPK 3,8, telah menyelesaikan ujian skripsi, serta proses revisi. Tinggal mengurus administrasi wisuda,” kata Agus.

Ia menegaskan bahwa aksi nekat korban tidak berkaitan dengan proses belajar mengajar di kampus.

“Peristiwa ini lebih kepada kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi bersangkutan,” lanjutnya.

Pencarian Masih Terus Dilakukan

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan relawan masih melakukan pencarian menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug ke arah hilir.

Sementara itu, polisi telah mengamankan barang-barang korban untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#Terjun #bunuh diri #akhiri hidup #sungai #jembatan jurug #mahasiswi uns #bengawan solo