Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Anaknya Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Kondisi Orang Tua Mahasiswi UNS yang Lompat di Jembatan Jurug

Laila Zakiya • Selasa, 1 Juli 2025 | 22:03 WIB

 

Driver ojol tunjukkan barang yang ditinggal gadis yang nekat akhiri hidup dari Jembatan Jurug, Solo.
Driver ojol tunjukkan barang yang ditinggal gadis yang nekat akhiri hidup dari Jembatan Jurug, Solo.

SOLOBALAPAN.COM – Peristiwa tragis di Jembatan Jurug, Kota Solo, pada Senin siang (1/7/2025) mengguncang banyak pihak.

Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS), Devita SA, diduga nekat mengakhiri hidup dengan melompat ke Sungai Bengawan Solo sekitar pukul 12.00 WIB.

Aksi itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, termasuk kedua orang tuanya yang tinggal di Temanggung, Jawa Tengah.

 

Berdasarkan informasi dari jaringan relawan, korban berasal dari Dusun Bangsri 2, Desa Purwodadi, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung.

Kabar duka ini cepat sampai ke pihak keluarga.

“Ini sudah ketemu orang tuanya dan memang warga Bangsri,” tulis salah satu anggota relawan, dalam grup komunikasi yang beredar. 

Pihak keluarga, didampingi oleh perangkat desa dan BPBD Temanggung, segera bertolak menuju Solo untuk memastikan kabar dan mendampingi proses penanganan dari pihak berwenang.

“Keluarga siap-siap mau menuju UNS dan akan didampingi pemdes dan BPBD,” lanjutnya.

Hingga sore hari, disebutkan bahwa dua armada telah diberangkatkan:

1. Armada keluarga survivor
2. Armada dari BPBD dan pemerintah desa setempat

Baca Juga: TSU Resmikan 12 Laboratorium Riset, Fokus pada AI, Coding, E-Commerce dan Lebih Banyak Lagi

 

Sebelum aksi nekatnya, korban meninggalkan surat wasiat yang ditemukan petugas dalam buku catatan kecil di tas miliknya.

Dalam surat tersebut, Devita meminta agar tidak ada pihak yang disalahkan atas keputusannya.

“Aku pergi ya, jangan salahkan keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri… Aku capek, Bu. Maaf aku tak sekuat ibu,” tulis Devita.

 

Kejadian itu turut disaksikan oleh Hariadi, seorang pengemudi ojek online, yang saat itu tengah mengantar penumpang.

“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi. Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’ Tapi belum sempat saya dekati, dia sudah terjun ke bawah,” ungkapnya. 

Setelah melompat, tubuh Devita langsung hilang dari pandangan, diduga terbawa derasnya arus Bengawan Solo.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, dan relawan masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kampus terkait keterlibatan nama yang disebut dalam surat tersebut.

Semua pihak berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban, dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.

Catatan: Bila Anda mengalami tekanan psikologis, merasa putus asa, atau membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga profesional atau layanan konseling terdekat. Anda tidak sendiri. (atn/lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #surat wasiat #akhiri hidup #mahasiswi uns