Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Viral! Mahasiswi UNS Lompat dari Jembatan Jurug, Tinggalkan Pesan Pilu Diduga Alami Bipolar

Damianus Bram • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:13 WIB
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.

SOLOBALAPAN.COM – Aksi nekat seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat geger warga yang melintas di Jembatan Jurug, Kota Solo, Senin siang (1/7/2025), sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Devita Sari Anugraheni, mahasiswi program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNS angkatan 2021.

Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat ke Sungai Bengawan Solo.

Hingga berita ini ditulis, Devita belum ditemukan dan diduga hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Saksi Ojol: Saya Teriak, Tapi Dia Langsung Lompat

Peristiwa tersebut disaksikan oleh Hariadi, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang saat itu sedang mengantar penumpang dari Palur ke RS PKU Muhammadiyah Solo.

“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi. Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’ Tapi belum sempat saya dekati, dia sudah terjun ke bawah,” ungkap Hariadi.

Setelah melihat korban melompat, Hariadi langsung menepikan motornya dan menurunkan penumpang untuk mengecek kondisi. Namun, sosok perempuan tersebut sudah tidak tampak di permukaan air.

“Saya langsung berhentiin motor, penumpang saya juga turun. Tapi waktu saya tengok ke sungai, sudah enggak kelihatan apa-apa. Airnya juga deras,” imbuhnya.

Pesan Terakhir Tertulis di Buku Catatan

Di lokasi kejadian, ditemukan sepeda motor Honda Beat merah putih dengan nomor polisi AA 3757 CY yang diparkir di tepi jembatan.

Tak jauh dari sana, terdapat sebuah tas hitam berisi ponsel, kartu identitas, dan buku catatan kecil.

Pada salah satu halaman buku itu, petugas menemukan pesan terakhir yang diduga ditulis tangan oleh korban.

Pesan tersebut menunjukkan kondisi mental korban yang sedang tidak stabil, dan mengisyaratkan perpisahan.

Isi pesan tersebut berbunyi:

Aku pergi ya, jangan salahkan keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang, aku bukan diriku. Aku capek. Maaf untuk Bapak Dr. Sumardiyono, S.Km karena telah menghianati dan berjanji untuk bertahan. Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa, aku nggak... Aku capek, Bu. Maaf aku tak sekuat ibu.”

Proses Pencarian Masih Terus Berlangsung

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan terus melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Bengawan Solo dari bawah Jembatan Jurug ke arah hilir.

Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang-barang korban untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini kembali menyentil pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#bipolar #bunuh diri #akhiri hidup #jembatan jurug #mahasiswi uns #bengawan solo