Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tenka Community Solo: Komunitas J-Pop Asal Kota Bengawan Ini Sukses Ubah Citra Wibu Jadi Pionir Ekonomi Kreatif

Silvester Kurniawan • Minggu, 22 Juni 2025 | 02:16 WIB
TOTALITAS: Komunitas penggemar J-Pop berbasis di Kota Solo dalam sebuah acara bersama.
TOTALITAS: Komunitas penggemar J-Pop berbasis di Kota Solo dalam sebuah acara bersama.

SOLOBALAPAN.COM – Tenka Community, komunitas pecinta J-Pop asal Kota Solo, kini menjelma menjadi wadah kreatif yang mendobrak stigma negatif seputar istilah 'wibu'.

Dari sekadar komunitas kecil, kini mereka aktif meramaikan ekosistem ekonomi kreatif lewat berbagai kegiatan budaya Jepang berskala nasional.

Seiring meningkatnya popularitas budaya Jepang di Indonesia, Tenka Community menunjukkan perjalanan inspiratif dalam mengubah persepsi publik.

Komunitas ini mengangkat citra penggemar anime, manga, cosplay, dan musik J-Pop sebagai bagian dari industri kreatif yang patut diperhitungkan.

Pada akhir pekan lalu, Tenka Community kembali tampil mencuri perhatian dalam sebuah acara di Koridor Gatot Subroto, Solo.

Penampilan energik mereka sukses memikat pengunjung dan mengukuhkan eksistensi komunitas ini di tengah masyarakat.

Pendiri Tenka Community, Adam Iskandarsyah, menuturkan bahwa citra komunitas penggemar budaya Jepang perlahan berubah ke arah positif.

“Dulu, istilah Wibu itu terkesan negatif, jadi kami lebih senang disebut Otaku. Tetapi sekarang, pandangan masyarakat sudah mulai berubah. Kami lebih diterima dan semakin banyak terlibat dalam event-event besar, seperti yang baru saja kami gelar,” kata Adam.

Perjalanan Tenka Community tidak lepas dari tantangan. Saat pandemi Covid-19, aktivitas komunitas sempat meredup.

Namun pada April 2022, mereka bangkit lewat sebuah kolaborasi acara di salah satu mal di Solo yang berhasil menyedot perhatian publik.

“Ternyata, acara itu menarik banyak orang, dan kami pun memutuskan untuk membuka pendaftaran anggota. Hasilnya luar biasa, banyak yang mendaftar,” ujarnya.

Momentum itu dimanfaatkan Tenka Community untuk menggelar acara berskala besar. Pada Agustus 2022, mereka menyelenggarakan Solo Japan Matsuri, festival J-Pop nasional di Convention Hall Tirtonadi, Solo.

Event ini dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kota besar di Indonesia.

“Festival J-Pop ini menjadi puncak keberhasilan kami. Banyak pecinta J-Pop dan anime yang selama pandemi menghabiskan waktu di rumah. Itulah momen di mana kecintaan terhadap budaya Jepang berkembang pesat,” ujar Adam.

Lebih dari sekadar ajang berkumpul, komunitas ini aktif mengembangkan potensi ekonomi kreatif.

Mulai dari menggambar, menulis naskah komik, dance cover, olah vokal, hingga cosplay, semua menjadi ruang aktualisasi bagi anggota komunitas.

“Semua kegiatan ini membentuk industri kreatif yang sangat potensial. Banyak brand besar yang tertarik menjadi sponsor di event-event kami. Dan kami berharap pemkot bisa melihat peluang ini untuk membantu kami terus berkembang,” tambahnya.

Tenka Community juga dikenal menyebarkan pesan positif lewat seni dan budaya Jepang. Kegiatan mereka tidak hanya soal hiburan, tetapi juga pendidikan karakter dan pengembangan talenta generasi muda.

Adam berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah akan terus mengalir sehingga Tenka Community bisa tumbuh sebagai motor penggerak industri kreatif di Kota Solo.

“Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan Solo sebagai kota yang mendukung industri kreatif,” tutup Adam. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#cosplay #ekonomi kreatif #manga #j-pop #budaya jepang #Tenka Community Solo #anime