Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Polisi Duga Pelaku Perusakan di Balai Kota Solo Alami Gangguan Jiwa

Antonius Christian • Selasa, 10 Juni 2025 | 00:54 WIB
Petugas Polisi amankan pria paruh baya yang mengamuk di Balai Kota Solo, Senin (9/6/2025).
Petugas Polisi amankan pria paruh baya yang mengamuk di Balai Kota Solo, Senin (9/6/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Setelah mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, pria berinisial J (62) sempat bersembunyi di ruang Sekretariat Daerah (Sekda) Balai Kota Solo, Senin (9/6/2025).

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku.

Menurut keterangan Danton Satsamapta Polresta Surakarta Aipda Wagimin, pelaku masuk ke kompleks Balai Kota sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan sepeda onthel.

“Keterangan dari petugas keamanan Balai Kota, dikira petugas bersih-bersih. Memang jam segitu biasanya ada aktivitas bersih-bersih. Tapi ternyata, setelah itu terdengar suara ribut, kaca pecah, mobil rusak,” ujarnya.

Tim Sparta Gerak Cepat Amankan Pelaku

Begitu menerima laporan dari satuan pengamanan dalam (Pamdal), Tim Sparta dari Sat Samapta Polresta Surakarta langsung menuju lokasi.

Petugas tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan menemukan pelaku duduk di ruang sekretariat, tanpa melakukan perlawanan saat diamankan.

“Kami datangi dan ternyata pelaku masih berada di lokasi. Kami temukan sedang duduk di ruang sekretariat. Tidak ada perlawanan saat diamankan,” imbuh Wagimin.

Gunakan Egrek dan Batu untuk Merusak Fasilitas

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku merusak satu mobil dinas penerangan milik Pemkot Solo serta menghancurkan sejumlah kaca jendela di beberapa titik, termasuk area sekretariat.

Barang bukti berupa galah panjang (egrek) dan batu paving ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi Duga Pelaku Alami Gangguan Mental

Dalam proses interogasi, pelaku memberikan jawaban yang tidak jelas dan menunjukkan gejala tekanan psikologis berat.

“Waktu kami tanya, jawabannya mulai ngelantur. Seolah ada ketakutan atau ancaman dari seseorang. Bisa jadi pelaku mengalami stres berat atau gangguan jiwa,” ungkap Wagimin.

Pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku bukan bagian dari staf maupun pekerja Balai Kota, melainkan warga biasa yang datang dari luar dengan sepeda onthel.

Namun, untuk memastikan kondisi mentalnya secara medis, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Prastiyo Triwibowo, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Benar sudah kita amankan, masih dilakukan pendalaman. Terkait kondisi kejiwaan, kita cek dulu,” pungkasnya.

Aksi nekat J terekam jelas dalam rekaman CCTV, yang menunjukkan ia membawa galah panjang dan menghancurkan kaca serta mobil dinas Pemkot Solo.

Penyidik kini fokus menelusuri latar belakang pelaku dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana serta gangguan kejiwaan. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
#rusak mobil #mengamuk #balai kota solo #gangguan jiwa #perusakan #pemkot solo #polresta surakarta