Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dishub Solo Pastikan Mobil yang Terbakar Bukan Feeder BST, Ini Penjelasannya!

Antonius Christian • Kamis, 29 Mei 2025 | 21:45 WIB
Feeder BST yang terbakar di kawasan Manahan, Kamis (29/5/2025).
Feeder BST yang terbakar di kawasan Manahan, Kamis (29/5/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Sebuah kendaraan operasional milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo terbakar hebat di Jalan Setiabudi, Solo, Kamis (29/5/2025) pagi.

Mobil berpelat merah AD 1135 XA itu tengah dikendarai Dari (46), warga Petoran, Jebres, bersama dua kru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Transportasi Dishub Kota Solo.

Saat kejadian, kendaraan dalam perjalanan dari kantor pelayanan UPT Transportasi di kawasan Mojo menuju kantor Dishub Solo.

Kepala UPT Transportasi Dishub Solo, Agus Purnomo, mengatakan kebakaran diduga terjadi akibat arus pendek listrik.

Korsleting tersebut memicu kebocoran bahan bakar, hingga akhirnya api menyambar kendaraan.

“Kendaraan dalam perjalanan dari UPT Mojo menuju kantor Dishub. Di tengah jalan, tepatnya di Jalan Setiabudi, diduga terjadi arus pendek listrik. Setelah itu terjadi kebocoran bahan bakar sehingga api langsung menyambar,” ujar Agus.

Meski sempat panik, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membakar seluruh bagian kendaraan.

Api berhasil dipadamkan setelah warga dan tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Bukan Feeder BST, Tapi Mobil Kantor

Agus menegaskan bahwa kendaraan yang terbakar bukan armada Feeder BST, melainkan mobil operasional internal Dishub.

“Yang terbakar itu bukan Feeder utama, melainkan Feeder cadangan. Bukan kendaraan yang digunakan untuk layanan penumpang. Itu mobil operasional kantor. Platnya saja merah, bukan angkutan umum,” tegas Agus.

Mobil tersebut disebut sebagai kendaraan cadangan atau sisa, yang sudah tidak aktif digunakan dalam layanan harian.

Kendaraan yang hangus akan dibawa ke kantor Dishub untuk identifikasi lanjutan dan akan dikoordinasikan dengan bagian aset Pemkot Surakarta.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 25 juta, meliputi kerusakan total kendaraan dan biaya penanganan pascakebakaran.

Layanan Transportasi Publik Tetap Aman

Agus memastikan insiden ini tidak mengganggu layanan transportasi publik yang dikelola Dishub Solo.

Semua armada BST dan Feeder menjalani pemeriksaan harian (ramp check) demi menjaga keamanan dan kelayakan operasional.

“Feeder maupun BST yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang tetap aman. Kami punya prosedur ramp check setiap hari, baik sebelum kendaraan berangkat maupun setelah selesai beroperasi,” jelasnya.

Selain itu, seluruh armada Dishub telah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) sebagai antisipasi darurat.

“Kami pastikan armada kami aman dan layak jalan. Tidak perlu khawatir, karena keamanan dan kenyamanan penumpang selalu jadi prioritas kami,” pungkasnya. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
#Feeder BST #kebakaran #solo #dishub solo