SOLOBALAPAN.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar resmi meningkatkan status penanganan perkara pembangunan Masjid Agung Madaniyah ke tahap penyidikan.
Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi kuat dugaan korupsi dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Indikasi itu bermula dari laporan sejumlah vendor yang mengaku belum menerima pembayaran sejak proyek rampung.
“Sudah ada beberapa vendor yang kami mintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya indikasi kerugian dan keluhan para vendor terkait pembayaran yang belum terselesaikan,” ujar Hartanto, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar, Rabu (21/5/2025).
Dari hasil pengumpulan data sementara, jumlah kekurangan pembayaran terhadap vendor mencapai Rp6,5 miliar.
Vendor Tak Dibayar Sejak 2022
Salah satu koordinator vendor, Adi Kurniawan, menyebut bahwa pihaknya mewakili sekitar 40 vendor dalam Paguyuban Vendor Masjid Agung Madaniyah.
Menurutnya, mereka sudah berusaha menagih sejak tahun 2022, tetapi hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan pembayaran.
“Kami mewakili Paguyuban menindaklanjuti hak kami yang belum terbayar selama empat tahun. Total yang belum terbayar sekitar Rp6,5 miliar. Nilai riil proyeknya sendiri mencapai Rp11 miliar, dan masih ada beberapa vendor lain yang belum bergabung dalam Paguyuban,” terang Adi.
Ia mengaku, berbagai pendekatan telah dilakukan, mulai dari negosiasi hingga melapor ke Kemenko Polhukam, namun hasilnya nihil.
“Kita sudah tidak tahu harus ke mana lagi, makanya kami datang ke Kejaksaan Karanganyar. Kami hanya berharap agar tunggakan kami itu segera dibayarkan, itu saja,” tegasnya.
Sejumlah Pihak Akan Dipanggil
Hartanto menambahkan, Kejari Karanganyar akan terus memanggil pihak-pihak terkait, termasuk penyedia jasa konstruksi dan dinas terkait.
“Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Saat ini sudah ada beberapa dokumen yang kita amankan dari dinas terkait, untuk melengkapi berkas perkara,” jelas Hartanto.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran menyangkut proyek ikonik keagamaan yang menyedot anggaran cukup besar dan melibatkan banyak vendor lokal.
Proses penyidikan diharapkan dapat memberikan titik terang dan keadilan bagi pihak-pihak yang dirugikan. (rud/adi/dam)
Editor : Damianus Bram