Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

SMA Batik 1 Surakarta Tunjukkan Komitmen Jadi Sekolah Ramah dan Inklusif, Dukung Siswa-Guru Terus Bertumbuh

Fauziah Akmal • Rabu, 14 Mei 2025 | 01:07 WIB
Foto jas hitam: Kepala SMA Batik 1 Surakarta M. Setio Nugroho Foto jas abu: Prof. Dr. Samer Ali Al-Shami dari UTeM Malaysia
Foto jas hitam: Kepala SMA Batik 1 Surakarta M. Setio Nugroho Foto jas abu: Prof. Dr. Samer Ali Al-Shami dari UTeM Malaysia

SOLOBALAPAN.COM - SMA Batik 1 Surakarta terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang tak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, potensi, dan kesejahteraan seluruh sivitas sekolah.

Beragam program inovatif dan apresiasi terhadap prestasi siswa maupun guru menjadi wujud nyata komitmen tersebut.

Kepala Sekolah SMA Batik 1 Surakarta, M. Setio Nugroho, menjadi teladan dengan komitmen pribadinya dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Ia kini sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM).

“Saya ini diberi amanah untuk sekolah dan menyelesaikan studi S3 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka. Maka tanggung jawab saya sekarang adalah mengembangkan kualitas pendidikan di sini,” ujarnya.

Kolaborasi dengan UTeM juga menghasilkan berbagai program strategis, salah satunya outing class ke Malaysia yang seluruh biayanya ditanggung oleh sekolah atau Yayasan Pendidikan Batik.

Baca Juga: Bangga! Inovasi Pembelajaran Berbasis VR Karya Dosen UMS Menangi Medali Emas di Rumania

Bahkan, tokoh akademik internasional seperti Prof. Dr. Samer Ali Al-Shami turut hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada SMA Batik 1 Surakarta.

Dalam bidang pembinaan siswa, sekolah tak hanya memberikan ruang bagi siswa berprestasi, tetapi juga menyertakan pendampingan bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

Prinsip pelayanan menjadi landasan kuat dalam pendekatan pendidikan yang diterapkan.

“Siswa adalah titipan. Kita ini di bidang jasa, maka mereka harus dilayani sebaik-baiknya,” tegas Setio.

Sekolah juga menyediakan beragam bantuan finansial, seperti beasiswa prestasi.

Siswa yang meraih peringkat satu paralel mendapatkan potongan SPP selama enam bulan.

Hasilnya pun tidak main-main—sepanjang tahun 2024 saja, tercatat sebanyak 173 prestasi siswa yang berhasil diraih di berbagai bidang.

Program keagamaan juga menjadi bagian dari penguatan karakter, salah satunya lewat Rumah Tahfidz yang bisa diikuti secara sukarela oleh siswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an.

Tak kalah penting, pengembangan diri juga menjadi perhatian utama.

Sekolah menyelenggarakan pengajian di rumah siswa, kunjungan edukatif ke Akademi Militer Magelang, hingga pelatihan multimedia untuk membangun keterampilan komunikasi siswa.

“Kita sedang rancang kembali program podcast,” ungkap Setio.

Seni dan kreativitas pun mendapat ruang istimewa melalui acara tahunan bertajuk Akasia, yang melibatkan siswa secara penuh dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya.

Bahkan, sekolah pernah mengundang band ternama Yovie and Nuno sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman siswa di luar kelas.

“Kegiatan seperti ini dikelola penuh oleh OSIS. Kita latih mereka menjadi pemimpin pembelajaran,” ujarnya.

Untuk mendorong semangat berprestasi, SMA Batik 1 memberikan penghargaan tahunan bernama SMA Batik 1 Award kepada siswa yang konsisten berada di peringkat 1 hingga 3 paralel selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara para guru pun tidak luput dari apresiasi melalui SMA Batik Commitment Award, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membina siswa.

“Saya ingin SMA Batik 1 jadi rumah kedua yang menyenangkan dan menumbuhkan. Bukan hanya bagi siswa, tapi juga bagi guru-guru untuk terus belajar dan berkembang,” tandas Setio.

Upaya ini menunjukkan bahwa SMA Batik 1 Surakarta tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang bertumbuh—baik secara intelektual, spiritual, maupun emosional.

Dengan pendekatan pendidikan yang humanis dan berbasis kolaborasi, sekolah ini layak menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain yang ingin membentuk generasi berdaya dan berkarakter kuat di era modern. (zia/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#SMA Batik 1 Surakarta