SOLOBALAPAN.COM – Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di lantai 8 kantor Gubernur Isikhawa,
Gubernur Prefektur Ishikawa, Jepang menyambut baik program yang diinisiasi oleh Muhammadiyah-Indonesia, khususnya terkait penempatan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bekerja dan belajar di Jepang.
Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Prefektur Ishikawa yang berkomitmen untuk mengawal dan mendukung tenaga kerja asing,
termasuk dari Indonesia, di berbagai sektor seperti perhotelan, restoran, rumah sakit, pengolahan pangan, dan manufaktur.
Salah satu sekolah yang aktif dalam program ini adalah SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, yang dikenal sebagai Sekolah Pusat Keunggulan di Kabupaten Karanganyar.
Delegasi SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar diwakili oleh Burhan Mustaqim, M.Pd. dan didampingi oleh Majelis Pendidikan Pusat Muhammadiyyah Dr. Bakrun Dahlan, MM dan Muhammad Khoirul Huda, M.Pd.'
Sekolah ini menjadi pelopor dalam mendorong para siswa dan alumninya untuk berani menembus batas internasional, khususnya ke Negeri Sakura, dengan harapan menjadi pribadi yang sukses dan dermawan.
Staf khusus Kementrian Desa Tertinggal Republik Indonesia melakukan Memorium of Understanding (MoU) bersama Ibu Takezawa Atsuko Owner dari Allice International College Kanazawa Jepang Rabu, 17 April 2025.
Salah satu isi kesepakatan kedua belah pihak terkait program magang sekaligus kursus Bahasa Jepang dan kuliah di Allice International College.
Hal ini sejalan dengan tagline sekolah, "Belajar Bersama untuk Sukses Masa Depan" (Learning Together for the Successful Future), yang menggambarkan semangat kolaborasi dan visi global dalam pendidikan vokasional.
Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang, sekaligus membuka peluang kerja dan peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pengalaman langsung di dunia kerja internasional. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo