Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Khidmat di Tengah Tradisi: Sungkeman Pangabekten Warnai Lebaran di Keraton Solo

Antonius Christian • Senin, 7 April 2025 | 20:14 WIB

Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono hadir dalam acara sungkeman.
Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono hadir dalam acara sungkeman.

SOLOBALAPAN.COM - ​Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar tradisi Hajad Dalem Sungkeman Pangabekten 1446 Hijriyah pada Minggu (6/4/2025).

Acara sakral ini menjadi simbol penghormatan dan kebersamaan keluarga besar Keraton dalam merayakan Idul Fitri.

Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono, hadir dalam acara tersebut, didampingi Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Sejumlah putri kerajaan, seperti GKR Timoer Rumbai, GRAy Devi Lelyana Dewi, GRAy Ratih, dan GRAy Putri Purnaningrum, turut serta dalam prosesi ini.

Baca Juga: Daftar Pengisi Suara di Film Animasi 'Jumbo' yang Lagi Viral! Tayangan Anak tapi Bikin Orang Dewasa Nangis?

Pengageng Keputren GKR Alit dan Pengageng Parentah Keraton Surakarta KGPH Adipati Drs. Dipokusumo beserta keluarga, serta beberapa adik perempuan Sinuhun, seperti Gusti Raspiyah, Gusti Rahmaniyah, dan Gusti Dyah, juga hadir dalam acara sungkeman ini.

Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari tradisi bakdan syawal atau bakdan kupat, yang ditandai dengan penyajian ketupat dengan kuah santan.

Filosofi di balik tradisi ini adalah ungkapan permohonan maaf atas kesalahan yang mungkin telah terjadi.

"Acara Sungkeman Pangabekten ini juga merupakan wujud ngabekten (menghormati) Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII, yang dikenal luas sebagai halal bihalal di lingkungan Keraton," jelasnya. 

Baca Juga: Jadwal MotoGP Qatar 2025 - Ajang Balas Dendam Marc Marquez, Francesco Bagnaia Wajib Waspada!

Tradisi ini memiliki nilai sejarah dalam menghormati orang tua setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Diharapkan, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan membawa manfaat bagi nilai-nilai budaya, serta menjadi simbol perpaduan antara budaya Islam dan Jawa yang menjadi pedoman hidup di masyarakat. 

Selain keluarga dalem Keraton Solo, kegiatan ini juga diikuti oleh sekitar 400 Abdi Dalem. Urutan sungkeman diawali oleh Permaisuri Keraton Surakarta, GKR Pakoe Boewono, yang pertama kali melakukan sungkem kepada Sri Susuhunan.

Baca Juga: Kumpulan Komentar Kocak di Akun Instagram Faizal Hussein, Pemeran Walid di Film Malaysia 'Bidaah'! Makin Diserbu Followers?

Kemudian, Putra Mahkota menyusul, diikuti oleh para putri, adik-adik Sinuhun, dan segenap keluarga besar Keraton. Setelah itu, Sentono Dalem dan Abdi Dalem Keraton berkesempatan untuk menyampaikan pangabekti dan sungkem kepada SSISKS Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono.

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memperkuat ikatan tradisi yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu di lingkungan Keraton Solo. (atn/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Putri Kerajaan #tradisi #sungkeman