Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Firasat Jam Jatuh dan Kepergian Ida: Jejak Terakhir Gendhuk dari Selogiri, Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Jumat, 4 April 2025 | 23:32 WIB

Suasana di rumah Pariyem ibu dari Ida.
Suasana di rumah Pariyem ibu dari Ida.

SOLOBALAPAN.COM – Ida Kurniawati, seorang wanita berusia 22 tahun dari Dusun Tangkluk, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, ditemukan meninggal dunia di Sungai Code, Bantul, Yogyakarta, pada Selasa (1/4/2025).

Sebelum kabar duka itu datang, ibunya, Pariyem (60), mengaku sempat merasakan firasat yang tak biasa.

Keluarga kini menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan berharap ada kejelasan mengenai penyebab kematian Ida.

Pagi itu, Kamis (27/3/2025), suasana di rumah Pariyem masih seperti biasa. Meskipun tidak berpuasa, Pariyem bangun bersama Ida yang tengah bersiap untuk sahur.

Baca Juga: Kontrak 6 Pemain Persis Solo Akan Segera Habis, Termasuk Ramadhan Sananta dan Deretan Legiun Asing Ini

"Saya tidak berpuasa, tapi juga dibikinkan susu sama Gendhuk," ujar Pariyem dalam bahasa Jawa, Jumat (4/4/2025).

Ida bukanlah anak kandung Pariyem. Sejak usia 3 tahun, setelah ibunya meninggal dunia, Ida diasuh oleh Pariyem dan suaminya. Suami Pariyem telah berpulang belum lama ini, sehingga mereka hanya tinggal berdua.

Pariyem memanggil Ida dengan sebutan Tari, karena saat diangkat menjadi anak, ia menamainya Wiji Lestari, meskipun dokumen kependudukan Ida tetap menggunakan nama aslinya.

Setelah sahur, Ida kembali ke kamarnya, kebiasaan yang sering dilakukannya sebelum berangkat kerja di sebuah toko alat tulis di Pasar Kota Wonogiri.

Baca Juga: Hasil Tes Medis Positif, Jorge Martin Dapat Izin Dokter Untuk Balapan di MotoGP Qatar 2025?

Sebelum berangkat, Ida berdandan dan berpamitan kepada ibunya. "Salim sama saya. Bilang 'Mak, mangkat sek', saya bilang hati-hati. Seperti biasa," kenang Pariyem.

Sebelum Ida pergi dengan sepeda motor Honda Beat berwarna pink, Pariyem sempat menitip pesan agar Ida membeli pepes dan oseng mi untuk dibawa ke rumah kerabat. Itulah percakapan terakhir mereka.

Setelah Ida berangkat, Pariyem pergi membantu tetangganya yang sedang mengadakan hajatan. Di sana, sekitar pukul 11.30, sebuah kejadian aneh terjadi.

"Saat rewang, saya tertimpa jam dinding. Teman-teman tertawa, tapi saya malah mikir, kok bisa kejatuhan jam," cerita Pariyem.

Baca Juga: Dari Titah Raja PB X, Tembaga Tumang Kini Jadi Rezeki Ratusan Keluarga

Foto Ida saat masih hidup
Foto Ida saat masih hidup

Sore harinya, sekitar pukul 16.30, Pariyem pulang ke rumah dan mendapati Ida belum kembali. Biasanya, Ida sudah pulang pada pukul 16.00.

Hingga malam, Ida tak kunjung pulang, dan telepon genggam Pariyem yang rusak membuatnya sulit menghubungi sang putri.

Tetangga yang mencoba menelepon Ida juga tidak mendapatkan jawaban. Keesokan harinya, Pariyem melaporkan kehilangan Ida ke pihak berwajib.

Pariyem mengungkapkan bahwa Ida tidak pernah bercerita tentang masalah pribadi. "Gendhuk tidak pernah cerita (ada masalah) sama mamaknya. Ya biasa saja," katanya.

Baca Juga: Pakem Tayub Sragen: 4 Kiblat 5 Pancer dalam Tarian Khas yang Penuh Makna, Tak Sekadar Menggoda tapi Sarat Makna

Namun, keluarga terkejut mengetahui bahwa sehari sebelum menghilang, Ida telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di toko alat tulis.

Kabar duka itu akhirnya datang. Ida ditemukan meninggal dunia di Sungai Code, Bantul, Yogyakarta, pada Selasa (1/4/2025). Tangis keluarga pecah saat jenazah Ida tiba di rumah duka pada Rabu (2/4/2025) dini hari. "Saya tidak berani melihat (jenazah)," ujar Pariyem.

Beberapa anggota keluarga yang melihat jenazah mengaku sulit mengenali wajahnya. Namun, ciri khas pada kuku kaki Ida memastikan identitasnya.

Mengenai dugaan penyebab kematian, Pariyem menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Kalau curiga tidak bisa, tapi ya motornya dan barang lain belum ada sampai saat ini. Pasrah dengan polisi," katanya.

Baca Juga: FYP Disusupi Walid! Tokoh Viral Ini Main di Drama Malaysia Berjudul Apa? Netizen Indo Sampai Kepo

Keluarga berharap penyebab kematian Ida segera terungkap agar arwahnya tenang.

Kisah ini menggambarkan betapa kehilangan mendalam dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Semoga misteri di balik kepergian Ida segera terungkap dan memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kabar duka #meninggal dunia #wanita #wonogiri