Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pemkot Solo Genjot Pembinaan UMKM, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Apa Saja Langkahnya?

Antonius Christian • Selasa, 1 April 2025 | 00:20 WIB
Photo
Photo

SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerahnya.

Setiap tahunnya, anggaran miliaran rupiah dialokasikan untuk memberikan pendampingan serta pembinaan guna memperkuat sektor ini.

Berdasarkan data dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Surakarta, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Dinkopukmperin) Kota Surakarta telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,6 miliar untuk mendukung pengembangan UMKM di Solo.

Dalam wawancara dengan media, Kepala Dinkopukmperin Kota Surakarta, Wahyu Kristiana, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin menganggarkan dana untuk pembinaan dan penguatan kemitraan UMKM.

"Kami terus melakukan pemberdayaan, seperti melalui pameran dan berbagai kegiatan lainnya. Meski anggarannya tidak terlalu besar, kami tetap berupaya mendorong pertumbuhan UMKM," ujar Wahyu, yang akrab disapa Ina.

Lebih lanjut, Ina menekankan pentingnya bagi pelaku UMKM untuk melihat peluang bisnis yang ada.

"Kami selalu mendorong mereka untuk mengikuti tren pasar. Kini, di berbagai kelurahan dan sudut perkampungan mulai bermunculan sentra-sentra UMKM yang menjadi pusat ekonomi baru," tambahnya.

Ia juga mengapresiasi banyaknya sentra UMKM yang telah mampu berkembang secara mandiri.

"Inilah yang kami harapkan. Setiap sudut yang memiliki potensi ekonomi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk UMKM. Kami siap memberikan dukungan," katanya.

Mengenai tantangan yang dihadapi UMKM, khususnya dalam hal stabilitas usaha, Ina menekankan perlunya dukungan dari berbagai pihak.

"Meskipun pemasaran sudah siap, keberlanjutan UMKM sangat bergantung pada masyarakat sekitar. Mereka perlu mau membeli produk lokal agar usaha ini tetap bertahan. Kami juga terus mendorong kesadaran ini," jelasnya.

"Daripada belanja ke luar daerah, lebih baik kita dukung UMKM dengan membeli produk mereka. Sebagus apa pun kualitas dan manajemen usaha mereka, jika tidak ada yang membeli, maka sulit berkembang.

Media juga punya peran penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan UMKM," tuturnya.

Ina menambahkan, jika masyarakat semakin sadar untuk membeli produk UMKM lokal, bukan tidak mungkin setiap sudut kota Solo akan memiliki sentra UMKM yang kuat.

Apalagi, setiap kelurahan dan kecamatan di Solo sudah memiliki program pemberdayaan UMKM yang terus dikembangkan.

Dalam upaya mendukung pertumbuhan UMKM, pemerintah secara rutin mengadakan pameran produk unggulan di berbagai kawasan.

"Memang belum semua kawasan terakomodasi, tetapi kami terus mengarah ke sana.

Banyak potensi masyarakat yang perlu pendampingan, dan kami siap membantu. Kami memiliki tenaga pendamping untuk berbagai aspek, dari legalitas usaha, pengembangan produk, hingga manajemen bisnis," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, pemerintah juga menyediakan fasilitas konsultasi melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

"Pelaku usaha bisa datang ke PLUT untuk berkonsultasi, baik mereka yang baru memulai bisnis, yang ingin mengembangkan usahanya, maupun yang ingin naik kelas. Konsultan dan pendamping tersedia untuk membantu mereka," tambahnya.

Selain itu, Dinkopukmperin juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM.

"Kami telah menjalin kemitraan dengan KPP Pratama untuk membantu UMKM agar lebih sadar akan pentingnya pajak dan kepatuhan dalam pembayarannya. Semua ini difasilitasi untuk mendukung pertumbuhan sektor UMKM," tutup Ina.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, mengakui bahwa masih ada keluhan dari pelaku usaha di beberapa sentra kuliner di Solo terkait sepinya pelanggan.

"Saya ingin duduk bersama para pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner, untuk mencari solusi terbaik agar usaha mereka berkembang," ujarnya.

Lebih jauh, ia berencana untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di malam hari dengan mengubahnya menjadi sentra kuliner.

"Saya ingin melihat kampung-kampung juga memiliki pusat kuliner. Ini perlu kita diskusikan bersama dengan pihak terkait. Bagaimana caranya agar lebih nyaman dan menguntungkan?" katanya.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung ke sentra kuliner, salah satu strategi yang akan diterapkan adalah mengadakan berbagai acara.

"Tidak perlu acara besar. Even kecil yang rutin diadakan di setiap kelurahan pun bisa cukup efektif. Saat ini, kami sedang mendata dan mengklasifikasikan potensi penyelenggara acara di tingkat kelurahan agar bisa mendapat dukungan dari dana CSR," pungkasnya.

Ke depan, Pemkot Solo tidak hanya fokus pada pembinaan dan pengembangan UMKM, tetapi juga akan terus mencari inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing produk lokal.

Dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, UMKM di Solo diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian kota. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pertumbuhan ekonomi #umkm #pemkot solo