SOLOBALAPAN.COM - Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, Alfa Rizqi, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak Senin (24/3) sore di Dusun Ngasinan RT 25, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen.
Jenazahnya akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Selasa (25/3) sekitar pukul 12.06 WIB, di Sungai Kecil area Makam Prampalan, Masaran, Sragen, sekitar 1,89 kilometer dari rumahnya.
Kejadian bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Masaran pada Senin sore. Alfa, yang diketahui menyukai bermain hujan-hujanan, keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Ibunya baru menyadari pintu rumah terbuka saat berada di dapur. Karena Alfa tidak kunjung kembali, keluarga dan warga sekitar segera melakukan pencarian di area sawah, selokan, hingga sungai kecil yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah, namun tidak membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan, termasuk PMI Kabupaten Sragen, BPBD, Pemadam Kebakaran, POLRI, TNI, Puskesmas Masaran 1, dan relawan lainnya, dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Pada hari pertama, pencarian yang berlangsung selama 6 jam tidak membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan operasi yang lebih intensif, melibatkan drone dan peralatan water rescue.
Pencarian hari kedua dibagi menjadi tiga Satuan Reaksi Cepat (SRU): SRU 1 mencari di area ladang dengan drone, SRU 2 menyisir persawahan, dan SRU 3 melakukan penyusuran sungai kecil di belakang rumah.
Setelah menyusuri sungai hingga radius 2 kilometer, termasuk di bawah Jembatan Prampalan, jenazah Alfa Rizqi akhirnya ditemukan tersangkut di Sungai Kecil area Makam Prampalan.
Jenazah Alfa Rizqi dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak berwajib. Operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 12.45 WIB. Ketua PMI Kabupaten Sragen, Utami Dewi Masitoh, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan mengapresiasi kerja keras tim gabungan.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. (din/an)