SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik rencana kajian akademis yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan University of Canberra.
Kajian ini bertujuan untuk mengurangi gas karbon dari kendaraan bermotor dan memanfaatkan transportasi publik menggunakan Electric Vehicle (kendaraan bertenaga listrik).
Pertemuan antara akademisi UNS dan University of Canberra dengan pemerintah kota dilakukan di Loji Gandrung pada Rabu (5/3).
“Pagi ini kami bertemu perwakilan dari University of Canberra dan UNS terkait riset apakah electrical vehicle bus itu bisa diterapkan di Solo,” terang Respati usai pertemuan.
Dalam pertemuan itu, para akademisi menjelaskan tentang kajian-kajian yang akan dilakukan yang berpotensi diterapkan di kota bengawan.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyambut baik rencana kajian ini dan berharap bahwa kajian ini dapat membawa kebaikan untuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Namun, ia juga menyatakan bahwa pihaknya harus hati-hati dan tidak salah langkah dalam mengambil kebijakan kedepan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, menjelaskan bahwa kajian ini dilakukan dalam rangka dekarbonisasi (pengurangan emisi) dan membangun sistem transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Rencananya, pada Mei, akan diadakan kunjungan ke Canberra untuk melihat keberhasilan mereka dalam membangun transportasi yang rendah emisi.
Dalam konteks yang lebih luas, upaya pengurangan emisi karbon dari kendaraan bermotor telah menjadi fokus bagi banyak kota di dunia.
Namun itu semua baru sebatas kajian akademis dengan basis BST yang akan dikembangkan menjadi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Rencannya Mei akan diajak ke sana untuk melihat keberhasilan Canbera dalam membangun transportasi yang rendah emisi, tapi ini masih pembicaraan awal,” papar Kadishub. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto