SOLOBALAPAN.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah dua guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Muzakar Isa dan Jati Waskito akan dikukuhkan dalam acara resmi yang digelar di Auditorium Moh Djazman UMS, pada Selasa (25/2).
Dekan FEB UMS, Anton Agus Setyawan, menyatakan bahwa dengan bertambahnya dua guru besar ini, FEB kini memiliki tujuh guru besar.
"Saat ini, FEB memiliki empat guru besar di Prodi Manajemen, dua di Prodi Ilmu Ekonomi Pembangunan, dan satu di Prodi Akuntansi. Dengan tambahan ini, kami semakin optimistis bisa mempertahankan akreditasi ‘Unggul’ dan mendorong pencapaian akreditasi internasional di masa depan," ujarnya, Senin (24/2).
Baca Juga: Tanggal Berapa Libur Awal dan Akhir Puasa Ramadhan 2025? Ini Dia Jadwal Lengkapnya
Fokus Penelitian: Manajemen Risiko Bencana dan Kepemimpinan Organisasi
Muzakar Isa dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Penelitiannya berfokus pada manajemen risiko bencana alam.
"Sejak tahun 1815 hingga 2025, Indonesia telah mengalami 49.300 bencana yang terdokumentasi. Ini menunjukkan betapa tingginya risiko bencana di Indonesia," paparnya.
Menurutnya, Klaten menjadi wilayah nonpesisir di Jawa Tengah yang memiliki risiko bencana alam tertinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi Klaten sebagai daerah pertemuan beberapa sungai besar, sehingga rawan banjir.
Muzakar menilai bahwa mitigasi bencana di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat menetapkan aturan yang lebih jelas terkait manajemen bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Sementara itu, Jati Waskito dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Kepemimpinan Organisasi. Dalam penelitiannya, ia menyoroti extra role behavior atau citizen organizational behavior, yaitu kesediaan individu untuk bekerja melampaui tugas pokoknya.
Baca Juga: Benarkah Anggun C Sasmi Terlibat Gerakan Zionis? Sosok Penyanyi Kondang Ini Sampai Beri Klarifikasi
"Agar karyawan bersedia berperan lebih dalam organisasi, pendekatan ekonomi saja tidak cukup. Kita juga perlu menerapkan social exchange, seperti membangun kepercayaan, motivasi kerja, serta memperhatikan aspek emosi pekerja melalui affective event theory," jelasnya.
Menurutnya, pendekatan ini telah terbukti mampu menciptakan perusahaan dengan kinerja tinggi dan berkelanjutan.
Dengan penambahan dua guru besar ini, FEB UMS semakin memperkuat jajaran akademiknya dalam penelitian serta kontribusi nyata bagi ilmu ekonomi dan pembangunan. (zia)