Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kota Solo Merayakan HUT ke-280 dengan Festival Jenang: Tradisi, Inovasi, dan Kebersamaan Terpancar Lewat 11 Ribu Pack Jenang Gratis!

Maulida Afifa Tri Fahyani • Senin, 17 Februari 2025 | 23:27 WIB
Festival Jenang di HUT Kota Solo.
Festival Jenang di HUT Kota Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Festival Jenang dalam rangka memperingati HUT ke-280 Kota Solo berlangsung meriah di Koridor Ngarsopuro dan Pamedan Pura Mangkunegaran, Sabtu (17/2/2025).

Sejak pagi, ribuan warga memadati lokasi acara, yang menampilkan 17 jenis jenang sebagai simbol kelahiran kota.

Acara ini berhasil mendistribusikan 11 ribu pack takir jenang secara gratis kepada masyarakat.

Baca Juga: Ong Kim Swee Beri Penjelasan Kenapa Persis Solo Tak Mampu Menang Meskipun Melawan 10 Pemain Persik Kediri

Berbagai komunitas lokal, mulai dari perhotelan, PKK, hingga kelompok-kelompok lainnya, turut meramaikan prosesi dengan membagikan jenang kepada pengunjung.

Heru Mataya, Art Director Festival Jenang Solo, menjelaskan bahwa tema kali ini adalah "Mustika Jenang Nusantara."

Menurutnya, festival ini bertujuan melestarikan tradisi jenang sekaligus mengangkat ragam jenang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Jawa, Bali, Riau, dan lain-lain.

Baca Juga: Persebi Boyolali dan Persika Karanganyar Sukses Melaju ke Semifinal Liga 4 Jawa Tengah, Siapa yang Akan Juara?

Tak hanya melibatkan komunitas dewasa, festival ini juga mengajak anak-anak sekolah untuk berpartisipasi.

Sebanyak 1.000 siswa ikut ambil bagian dalam kegiatan marut kelapa massal, proses memarut kelapa yang merupakan bahan utama pembuatan jenang.

"Kami ingin anak-anak menjadi pondasi masa depan dalam pelestarian tradisi jenang," ungkap Heru.

Selain distribusi gratis, warga juga dapat menikmati jenang seharga Rp 10,- melalui pembayaran menggunakan QRIS yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Solo.

 

Baca Juga: 5 Drakor Mengguncang Ngabuburit, Nunggu Buka Puasa Ramadan Nggak Perlu Mati Gaya!

Menurut Heru, langkah ini merupakan upaya untuk mempromosikan penggunaan jenang sekaligus melestarikan kuliner tradisional Nusantara.

Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menekankan bahwa jenang memiliki makna historis penting dalam perjalanan Kota Solo.

Prosesi kirab jenang merupakan bagian dari tradisi untuk mengenang perpindahan kerajaan dari Kartasura ke Surakarta.

Baca Juga: Jarang Diekspos, Ariel Tatum dan Daffa Wardhana Pacaran? Unggah Foto Ini di Momen Valentine!

"Solo tidak lepas dari sejarah, dan festival jenang ini menghubungkan sejarah dengan budaya kota," ujarnya.

Berbagai jenis jenang, seperti jenang mutiara, jenang ketan, jenang sum-sum, jenang grendul, dan jenang pati, dipamerkan agar pengunjung dapat mengenal lebih jauh ragam makanan tradisional yang melekat pada sejarah Kota Solo.

Peserta dari Pokja 3 PKK Solo, Yanti, mengungkapkan antusiasmenya. Ia menyebut 250 pack jenang lemu yang disiapkan ludes dalam waktu 10 menit.

Bersama anggota PKK lainnya, mereka memasak jenang lemu yang disajikan dengan sambal goreng dan telur.

Baca Juga: Siapa Raysa Salika? Mahasiswa 21 Tahun Bikin Geger Gegara BMW Pelat Nomor N 3 NEN!

Salah seorang warga dari Banjarsari, Mentari, juga mengaku puas dengan acara tersebut. "Tadi rebutan dapat jenang dari buah naga, baru pertama kali coba dan ternyata enak," ujarnya.

Festival Jenang HUT ke-280 Kota Solo berhasil mengukuhkan tradisi dan budaya jenang sebagai salah satu pusaka kuliner yang sarat makna sejarah serta mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan. (ul)

Editor : Nindia Aprilia
#hut #festival jenang #Pura Mangkunegaran #solo