Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Berinteraksi dengan Warga Lokal, Mahasiswa Internasional UMS Pelajari Gamelan hingga Wayang di Bayat Klaten!

Nindia Aprilia • Minggu, 26 Januari 2025 | 02:25 WIB
Foto bersama penutupan kegiatan
Foto bersama penutupan kegiatan

SOLOBALAPAN.COM - Kecamatan Bayat, Klaten, menjadi saksi keberhasilan program Language and Cultural Immersion yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sepuluh mahasiswa internasional dari sembilan negara berhasil menyelesaikan program ini, yang merupakan bagian dari Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Penutupan program dilaksanakan pada Sabtu (25/1) di Aula SMP Muhammadiyah 7 Bayat.

Kabid Pengembangan Pembelajaran Bahasa LBIPU UMS, Dr. Aryati Prasetyarini, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep program ini diambil dari istilah "imersi," yang berarti menyelam sepenuhnya ke dalam lingkungan bahasa dan budaya yang dipelajari.

Melalui pendekatan ini, peserta diajak untuk langsung berinteraksi dengan masyarakat lokal guna memperdalam pemahaman mereka terhadap budaya dan bahasa Indonesia.

Program ini melibatkan mahasiswa penerima beasiswa International Priority Scholarship (IPS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Darmasiswa.

Dirancang oleh Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) UMS bekerja sama dengan Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bayat, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang autentik di tengah masyarakat.

Ketua LBIPU UMS, Dwi Haryanti
Ketua LBIPU UMS, Dwi Haryanti

“Selama enam hari, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami budaya lokal. Ini adalah cara efektif untuk mendalami budaya dan bahasa,” ujar Ketua LBIPU UMS, Dr. Dwi Haryanti, M.Hum., Sabtu (25/1).

Kegiatan ini dipusatkan di enam sekolah Muhammadiyah di Bayat, yaitu SMP Muhammadiyah 7 Bayat, MTs Muhammadiyah 6 Bayat, MIM Talang Bayat, SD Muhammadiyah Bayat, MIM Paseban Bayat, dan MIM Krakitan Bayat.

Mahasiswa internasional diajak mengenal tradisi lokal seperti gamelan, wayang, blangkon, hingga proses pembuatan gerabah dan dawet.

Baca Juga: Nikmati Long Weekend Imlek 2025 di Goa Resi Wonogiri: Wisata Alam Sejuk dengan Keindahan Taman hingga Kolam Renang!

Koordinator Program, Dr. Abdillah Nugroho, M.Hum., menyebut Bayat sebagai lokasi ideal karena memiliki potensi budaya yang sangat lengkap.

Sementara itu, Haryono, S.Pd., yang menjadi koordinator kegiatan di Bayat, menambahkan bahwa mahasiswa juga mempraktikkan kemampuan bahasa Indonesia mereka di sentra budaya sesuai materi yang dipelajari.

Salah satu peserta, Jobeda Khanom dari Bangladesh, mengaku bahagia dengan program ini.

“Program ini sangat menarik dan memberikan pengalaman menyeluruh tentang budaya Indonesia, khususnya Jawa. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Haryono dan guru-guru Muhammadiyah di Bayat,” ungkapnya.

Selain Jobeda, peserta lainnya meliputi Abdul Samee (Pakistan), Akimana Cedrick (Rwanda), Gurbantach Garabayeva (Turkmenistan), Lilian Namukose (Uganda), Mathayo Marko Nassari (Tanzania), Mercy Valle (Malawi), Miss Rusda Umar (Thailand), Pa Modou Khan (Gambia), dan Yasir Ali (Pakistan).

Keberhasilan program ini menunjukkan komitmen UMS dalam mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional melalui pendekatan yang inovatif dan bermakna. (*)

Editor : Nindia Aprilia
#budaya #klaten #jawa #ums #internasional #gamelan