SOLOBALAPAN.COM - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pendirian SMA Unggulan Garuda dan Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Namun, sejumlah pengamat pendidikan mengingatkan agar kebijakan ini tidak memicu kastanisasi pendidikan, yakni ketimpangan akses dan kualitas antar lapisan masyarakat.
Bramastia, dosen FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyatakan bahwa sekolah unggulan mencerminkan komitmen pemerintah dalam mencetak generasi bangsa yang unggul.
Namun, ia mengingatkan agar implementasinya tidak menciptakan hierarki pendidikan.
“Pemerintah harus memastikan tujuan pendirian sekolah ini benar-benar tercapai tanpa memunculkan ketimpangan antara sekolah unggulan dan sekolah rakyat,” jelasnya.
Bramastia juga menyoroti perlunya memperjelas konsep dasar Sekolah Rakyat, termasuk membedakannya dari sekolah negeri atau lembaga pendidikan yang sudah ada.
“Jika sekolah negeri sudah memadai, kenapa tidak memperkuat sekolah yang ada? Sekolah rakyat sebaiknya diarahkan ke wilayah terpencil yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Guru Besar FKIP Universitas Slamet Riyadi, Siti Supeni, mendukung pendirian Sekolah Rakyat asalkan fokus pada masyarakat miskin dan terlantar.
Ia mengusulkan sistem boarding school untuk daerah terpencil maupun kawasan urban miskin.
“Sekolah rakyat harus menjangkau masyarakat bawah, termasuk anak jalanan yang terlantar. Jangan sampai ada anak-anak di perempatan jalan atau jadi pengemis. Ini juga tugas dinas sosial untuk mendukung pendidikan inklusif,” tegas Siti.
Baca Juga: Siapa dr Eka Ananda? Sosok Dokter Klinik Athena yang Terlibat Kontroversi dengan Doktif
Pemerintah perlu memastikan kebijakan ini didukung regulasi yang kuat, evaluasi kebutuhan pendidikan di wilayah target, serta pengawasan ketat agar tujuan utama, yakni pemerataan pendidikan, tercapai.
Dengan pengelolaan yang tepat, SMA Unggulan Garuda dan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tanpa memunculkan kesenjangan. (zia)
Editor : Nindia Aprilia