SOLOBALAPAN.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program strategis.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengadakan acara Pendampingan dan Pengusulan Jabatan Akademik Lektor bagi para dosen, yang digelar oleh Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS pada Kamis (16/1).
Acara ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Siti Walidah UMS, Surakarta.
Sebanyak 70 dosen dari berbagai fakultas di UMS berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Para peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari tiga narasumber berpengalaman, yaitu Prof. Budi Murtiyasa, M.Kom.; Dr. Agus Ulinuha, S.T.; dan Ir. Tri Widayanto, S.T., M.Sc., Ph.D.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong para dosen yang telah memiliki sertifikat Applied Approach (AA) untuk segera mengajukan jabatan akademik lektor.
Selain itu, acara ini juga memberikan pendampingan teknis dalam mengunggah karya ilmiah yang telah terakreditasi SINTA, sebagai bagian dari persyaratan utama.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., mewakili Rektor UMS dalam memberikan sambutan.
Ia menegaskan pentingnya dukungan institusi dalam mendukung pengembangan karir dosen melalui penelitian, publikasi ilmiah, serta insentif lainnya.
“Ketika kita mengajukan kepangkatan lektor maupun guru besar, itu bukan hanya kepentingan pribadi kita, tetapi juga termasuk tanggung jawab kita kepada kelembagaan,” tutur Em.
Ia juga menyampaikan bahwa UMS menyediakan berbagai fasilitas untuk mempermudah proses ini, termasuk riset dan publikasi ilmiah, serta memotivasi para dosen untuk memenuhi target pencapaian jabatan akademik sesuai dengan regulasi.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Makanan Khas Imlek 2025 untuk Perayaan yang Lebih Meriah! Pastikan Ada di Rumah!
“Karena regulasi kita itu untuk jadi guru besar minimal sepuluh tahun dari kepangkatan pertama,” tambahnya.
Selain memberikan motivasi, acara ini juga menekankan tiga poin penting: (1) Karya ilmiah yang sudah ada harus diunggah segera dengan bimbingan dari BPSDM; (2) Dosen yang telah memiliki artikel diharapkan segera mengunggahnya; (3) Peserta diberikan strategi publikasi ke jurnal internasional.
“Fokus utama kita adalah jamaah UMS, karena keberlangsungan UMS sangat bergantung pada kualitas SDM-nya. Koordinasi yang baik, khususnya dalam aspek manajerial, menjadi faktor utama. Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan UMS dengan memacu diri dalam meraih jenjang kepangkatan setinggi dan secepat mungkin,” pungkasnya. (*)
Editor : Nindia Aprilia