SOLOBALAPAN.COM – Angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Teras, Boyolali, Kamis (26/12) sore.
Peristiwa yang berlangsung selama sekitar satu jam, mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WIB, menyebabkan empat pohon tumbang. Tiga pohon di antaranya menimpa rumah warga, sementara satu pohon lainnya menutup akses jalan desa.
Kasi Trantib Kecamatan Teras, Sri Budi Raharjo, menjelaskan bahwa angin kencang ini menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi.
“Ada empat kejadian pohon tumbang. Tiga di antaranya menimpa rumah warga, sementara satu pohon tumbang menutup akses jalan desa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (26/12) malam.
Rincian Lokasi Kejadian
Sri Budi merinci lokasi kejadian pohon tumbang, sebagai berikut:
- Perumahan Binakarya RT 08 RW 04, Desa Teras: Pohon tumbang menimpa atap rumah warga.
- Dusun Talang RT/RW 01, Desa Sudimoro: Pohon besar juga menimpa rumah warga, menyebabkan kerusakan pada bagian atap.
- Dusun Kestalan, Desa Nepen: Pohon tumbang merusak atap bangunan rumah.
- Desa Salakan: Pohon tumbang melintang di jalan desa, menghalangi akses lalu lintas.
Baca Juga: Kaleidoskop Berita Viral Sepanjang Tahun 2024: Salah Tangkap Pegi Setiawan di Kasus Vina Cirebon, Geger Garuda Biru, hingga 2 Kasus Pembunuhan Polisi
Proses Evakuasi
Tim gabungan yang terdiri dari warga, relawan, dan perangkat desa langsung melakukan evakuasi.
Fokus awal diarahkan pada pohon yang menutup akses jalan di Desa Salakan. Upaya pembersihan ini dilakukan untuk membuka kembali jalur transportasi yang sempat terputus.
“Evakuasi di Desa Sudimoro sedang dilaksanakan. Untuk Desa Teras dan Nepen, proses evakuasi akan dilakukan setelah selesai dari Sudimoro. Pohon tumbang di Nepen dan Desa Teras juga sempat memutus jaringan listrik ke rumah-rumah warga,” tambah Sri Budi.
Meski kerusakan material cukup signifikan, Sri Budi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Hanya pohon tumbang yang menimpa rumah dan menutup jalan," tandasnya.
Peristiwa angin kencang seperti ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim penghujan yang disertai cuaca ekstrem. (rgl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto