SOLOBALAPAN.COM – Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, digemparkan oleh insiden tragis seorang remaja bernama Akso Sulaiman (16) yang dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Suwatu pada Rabu (25/12) sore.
Menurut keterangan saksi, insiden bermula ketika korban bersama beberapa temannya mencoba menyeberangi sungai menggunakan pelepah pisang.
Malangnya, korban tersangkut di tengah aliran sungai, dan meski seorang teman berhasil menyelamatkan diri, Akso hanyut terbawa derasnya arus.
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru Semakin Seru: 4 Rekomendasi Hotel dengan Pemandangan Terbaik di Kawasan Tawangmangu, Karanganyar
Operasi SAR Gabungan Dikerahkan
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat langsung bergerak melakukan pencarian intensif sejak laporan pertama diterima.
Pencarian dilakukan non-stop dengan memanfaatkan berbagai peralatan, termasuk perahu karet, alat selam, dan penerangan untuk malam hari.
"Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, melakukan penyelaman, serta menggunakan alat deteksi bawah air. Namun hingga kini korban belum ditemukan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro, Kamis (26/12).
Triyono memastikan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan.
"Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan, semoga dalam keadaan selamat," tambahnya.
Lokasi Kejadian di Dekat Jembatan Mojorejo
Kasat Samapta Polres Sragen, Iptu Supriyanto, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung di sekitar Jembatan Mojorejo RT 15, Desa Tanon. Saat itu, korban bersama teman-temannya bermain di sekitar lokasi sebelum mencoba menyeberangi sungai.
"Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menemukan korban. Operasi SAR melibatkan banyak pihak, termasuk relawan, untuk memastikan pencarian berjalan optimal," ujar Supriyanto.
Baca Juga: Momen Haru Pertemuan Delisa dan Jurnalis Australia saat Tsunami Aceh 2004, Cindy Workner: Itu Sajadah dan Mukena untuk Sholat!
Imbauan Waspada Bahaya Sungai
Pihak kepolisian dan BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat musim hujan di mana debit air sungai meningkat tajam. Orang tua juga diminta untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area berbahaya seperti sungai, bendungan, atau aliran air deras lainnya.
"Keselamatan adalah prioritas. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati di sekitar sungai dan tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi," tegas Supriyanto.
Saat ini, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh Tim SAR gabungan. Semua pihak berharap korban segera ditemukan, sehingga keluarga dapat segera mendapatkan kejelasan atas insiden ini. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto