Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Rektor UMS Tekankan Reformasi Pendidikan Tinggi di Forum OSC dan Indonesia Rector Forum 2024

Laila Zakiya • Selasa, 24 Desember 2024 | 17:12 WIB
Rektor UMS di Forum OSC dan Indonesia Rector Forum 2024.
Rektor UMS di Forum OSC dan Indonesia Rector Forum 2024.

SOLOBALAPAN.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, hadir dalam ajang Online Scholarship Competition (OSC) Awards & Indonesia Rector Forum 2024 yang berlangsung pada Kamis (19/12) di Studio Grand MetroTV.

Acara ini mengangkat tema "Kolaborasi Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045", menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan terkemuka, seperti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Direktur Kelembagaan Kemendikbudristek, Kapuskurjar BSKAP Kemendikdasmen RI, para rektor, wakil rektor, serta perwakilan universitas mitra penyedia beasiswa OSC dan perguruan tinggi negeri.

Direktur Utama Metro TV, Arief Soeditomo, dalam sambutannya, menyatakan bahwa acara ini bertepatan dengan peringatan satu dekade Beasiswa OSC yang diinisiasi Media Group.

Ia juga menekankan pentingnya forum ini dalam mempersiapkan generasi unggul untuk menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045.

"Forum ini mengumpulkan para rektor untuk berdiskusi dan mempersiapkan generasi unggul yang dapat membawa Indonesia menuju kemajuan. Kolaborasi erat antar pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri diharapkan mempercepat transformasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global," ujar Arief.

Dalam forum ini, Rektor UMS menyoroti rendahnya minat lulusan SLTA melanjutkan pendidikan tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Berdasarkan data BPS 2023, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia tercatat 31,45%, meski mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, angka ini masih tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya.

Rektor UMS menyebutkan bahwa rendahnya APK dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ekonomi, sosial, pendidikan, dan informasi.

Tingginya biaya pendidikan, keterbatasan finansial, serta kebijakan rasio SMK:SMA (70:30) membuat banyak siswa memilih bekerja setelah tamat sekolah.

"Selain itu, kurangnya motivasi belajar, kualitas pendidikan yang belum optimal, serta pengaruh lingkungan yang tidak mendukung turut memperburuk situasi. Minimnya informasi tentang prospek pendidikan tinggi juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan siswa," ungkapnya.

Rektor UMS juga menyampaikan solusi yang dapat diambil untuk meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:

Baca Juga: LOOK BACK: How’s 2024 Going, Kolaborasi Kreatif Mahasiswa ISI Surakarta dan UIN Sunan Kalijaga Hadirkan Perspektif Gen-Z Melalui Podcast!

Rektor UMS di Forum OSC dan Indonesia Rector Forum 2024.
Rektor UMS di Forum OSC dan Indonesia Rector Forum 2024.

1. Peningkatan Beasiswa: Memperluas program beasiswa agar lebih banyak siswa mampu mengakses pendidikan tinggi.

2. Akses Mudah ke Perguruan Tinggi: Menghilangkan hambatan birokrasi untuk pendaftaran dan pemberkasan.

3. Pengembangan Program Studi Vokasi: Menawarkan program studi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.

"Pemerintah juga harus fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi agar relevan dengan kebutuhan industri," tambahnya.

Sementara itu, perguruan tinggi diharapkan menyediakan program studi yang adaptif dengan kebutuhan dunia kerja serta memperluas penyediaan pendidikan vokasi untuk mencetak lulusan yang siap bersaing.

Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan strategi dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan target besar Indonesia menuju 2045. *(Al/Humas)*

Editor : Laila Zakiya
#OSC 2024 #ums