SOLOBALAPAN.COM - Komedian sekaligus aktor Erick Estrada rela menunda keberangkatannya ke Jakarta untuk promosi film baru demi melayat sang dalang kondang Warseno Slenk yang tutup usia pada Kamis (12/12).
Kepergian sang maestro wayang kulit ini membuat Erick tak kuasa menahan air mata.
"Harusnya hari ini saya ke Jakarta untuk promo film Gebyar Mebyar, tapi saya tunda. Kabar duka ini terlalu mengejutkan," ujar Erick, yang tiba di Solo pagi hari setelah mendapat kabar kepergian Warseno Slenk sekitar pukul 08.00 WIB.
Erick mengaku, hanya tiga hari sebelum kabar duka ini, ia dan Yati Pesek sempat berdiskusi dengan Warseno Slenk tentang cara memodernisasi wayang kulit agar lebih diminati Generasi Z.
Ide mereka termasuk mempersingkat durasi pertunjukan dan menambahkan elemen modern.
"Kami juga ingin membuat film tentang wayang kulit. Beliau sangat antusias, bahkan bilang, 'Saya setuju,' dan saya jawab, 'Siap, legend'," kenang Erick dengan nada penuh haru.
Kepergian Warseno Slenk meninggalkan rencana besar yang belum sempat diwujudkan.
Erick berharap gagasan tersebut bisa diteruskan sebagai bentuk penghormatan untuk sang legenda seni tradisional. Kejadian ini menjadi momen duka mendalam bagi pecinta budaya dan seni Indonesia. (ves)