SOLOBALAPAN.COM – Tragedi memilukan terjadi di Dukuh Gambaran, Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Sragen.
Seorang petani bernama Minardi (45) ditemukan tewas di sawahnya sendiri pada Rabu (4/12) pagi. Ia diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya beberapa hari sebelumnya.
Kapolsek Tanon, AKP Wahyudi, menjelaskan bahwa kejadian ini terungkap setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak Selasa malam.
Khawatir dengan keberadaan Minardi, pihak keluarga memutuskan untuk mencarinya. Pencarian berakhir dengan temuan jasad korban di tengah sawah sekitar pukul 05.30 WIB.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat tersengat listrik dari jebakan tikus. Saat itu aliran listrik masih menyala," ujar AKP Wahyudi, mewakili Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi, Rabu (4/12).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, diketahui bahwa korban telah memasang jebakan tikus yang dialiri listrik di sawahnya beberapa hari sebelumnya. Namun nahas, jebakan itu justru menjadi penyebab kematiannya.
"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak meminta otopsi terhadap jenazah korban," tambah Wahyudi.
Peringatan Bahaya Jebakan Tikus Beraliran Listrik
Polisi menegaskan bahwa kasus ini tidak termasuk tindak pidana karena korban tewas akibat kelalaiannya sendiri. Namun, peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya penggunaan jebakan tikus yang menggunakan listrik bertegangan tinggi.
"Memasang jebakan tikus dengan listrik sangat berbahaya, tidak hanya untuk orang lain tetapi juga untuk diri sendiri. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan cara-cara yang lebih aman dalam mengatasi hama di sawah," tutup Wahyudi.
Kasus seperti ini telah berulang kali terjadi di wilayah pedesaan, menjadikan edukasi soal bahaya listrik di lingkungan pertanian sebagai langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (din/an)