SOLOBALAPAN.COM – Jembatan penghubung Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan Desa Kopenan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ambrol setelah diterjang banjir bandang dari Sungai Kali Sawur pada Senin (2/12). Peristiwa ini memutus total akses antara kedua provinsi tersebut.
Kapolsek Gondang, AKP Joko Widodo, menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 30 meter dan tinggi 8 meter itu runtuh akibat derasnya arus sungai yang meluap menyusul hujan lebat di kawasan hulu, tepatnya di wilayah Gunung Lawu.
“Arus Sungai Kali Sawur menjadi sangat deras karena merupakan pertemuan dua aliran besar, yakni Sungai Kali Sawur dari pegunungan dan Sungai Sambi dari Sambirejo. Akibat kejadian ini, akses penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur di wilayah tersebut benar-benar terputus,” jelas Kapolsek, Selasa (3/12).
Joko menambahkan, masyarakat sekitar sempat mendengar suara gemuruh keras saat tanggul jembatan mulai longsor sekitar pukul 13.00 WIB.
Sebelumnya, debit air di sungai naik dengan cepat meski hujan belum turun di area jembatan. Laporan resmi kejadian diterima lintas sektor bencana pada pukul 17.17 WIB.
"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerusakan cukup parah sehingga memerlukan penanganan segera," imbuhnya.
Saat ini, kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen telah mengambil langkah darurat, termasuk memasang garis polisi di sekitar lokasi, melarang masyarakat mendekati area longsor, dan berkoordinasi dengan Polsek Sambirejo serta instansi terkait lainnya.
"Lokasi tanggul yang ambrol masuk wilayah Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo. Kami terus melakukan koordinasi untuk upaya pemulihan agar akses bisa segera pulih," jelasnya.
Masyarakat yang terdampak longsornya jembatan ini diminta bersabar dan berhati-hati jika harus mencari jalur alternatif. Pihak berwenang juga mengimbau warga di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto