SOLOBALAPAN.COM - Tragedi terjadi di aliran Sungai Garuda, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.
Pramifa Teguh Wibowo (28), seorang warga setempat, ditemukan tewas setelah tersengat listrik dari alat setrum ikan yang digunakannya pada Sabtu (30/11) dini hari.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban bersama rekannya, Sugiyono, memutuskan mencari ikan menggunakan alat setrum.
Korban, yang menggendong aki sebagai sumber daya alat setrum, tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.
Sugiyono yang menyaksikan kejadian ini berusaha memberikan pertolongan, tetapi sayang, nyawa Pramifa tidak dapat diselamatkan.
Kapolsek Sragen Kota, AKP Ari Pujiantoro, menjelaskan bahwa korban meninggal akibat kejang-kejang setelah tersengat listrik.
"Hasil olah TKP dan keterangan saksi mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban murni meninggal dunia karena tersengat listrik," ungkap kapolsek.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Remaja Lempari Warung Hik di Solo
Bahaya Alat Setrum Ikan: Melanggar Hukum dan Merusak Ekosistem
Kapolsek juga menyoroti bahaya penggunaan alat setrum listrik untuk menangkap ikan.
"Metode ini tidak hanya membahayakan nyawa manusia, tetapi juga merusak ekosistem perairan. Praktik penyetruman ikan termasuk melanggar hukum dan sangat tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan," jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar meninggalkan cara menangkap ikan yang berisiko tinggi tersebut. Metode ini berpotensi memicu tragedi serupa, sekaligus mengancam keseimbangan ekosistem sungai.
"Kami meminta masyarakat menggunakan cara-cara yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti memancing atau menggunakan jala," tambahnya.
Baca Juga: Naik 6,5 Persen, UMK Kota Solo Meningkat Hampir Rp200 Ribu, Karyawan Siap-siap Kegirangan!
Pentingnya Keselamatan dan Edukasi
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan aktivitas di alam. AKP Ari mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.
"Kejadian ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati. Jangan mengambil risiko yang membahayakan nyawa," ujarnya.
Kejadian tragis ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan pribadi sekaligus melestarikan lingkungan sekitar. Dengan edukasi dan kesadaran, diharapkan tidak ada lagi peristiwa serupa yang terulang di masa mendatang. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto