SOLOBALAPAN.COM - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Kalikotes, Klaten, pada Senin (18/11) sore, menyebabkan kerusakan parah di Desa Tambongwetan dan Desa Gemblegan.
Akibatnya, ratusan rumah mengalami kerusakan, terutama di bagian atap, serta pohon-pohon tumbang menghalangi akses jalan.
Menurut Camat Kalikotes Kliwon Yoso, bencana terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. “Angin kencang menerbangkan genteng dan seng rumah warga. Beberapa pohon tumbang, bahkan ada gapura yang roboh,” ujarnya.
Dampak paling signifikan tercatat di Dusun Temenggungan, Desa Gemblegan, di mana empat rumah mengalami kerusakan berat, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 115 juta.
Selain itu, banyak pohon tumbang di Dusun Gejagan, memblokir jalan utama. "Kami bersama Babinsa, relawan, dan warga setempat telah mengevakuasi puing-puing dan membersihkan akses jalan," kata Kepala Desa Gemblegan, Waluyo.
Sementara itu, di Desa Tambongwetan, puluhan rumah dilaporkan rusak akibat atap yang terlepas diterjang angin. Hingga kini, pemerintah desa dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten masih melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Kondisi diperparah dengan korsleting listrik akibat kabel yang tertimpa pohon tumbang. PLN telah memadamkan aliran listrik sementara di dua desa untuk memastikan keselamatan warga selama proses perbaikan.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menyebut penanganan darurat terus dilakukan. “Atap-atap rumah warga berhamburan, dan pohon-pohon tumbang. Hingga kini, pendataan masih berlangsung,” ujarnya.
Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, mengingat musim penghujan masih berlangsung. Koordinasi dengan relawan dan aparat desa diintensifkan untuk mempercepat bantuan dan pemulihan.
Hujan deras dan angin kencang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pemerintah berharap masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi merusak. (ren/an)