Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

SMAN 1 Teras Boyolali Raih Medali Perunggu di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2024

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 15 November 2024 | 03:40 WIB
Siswi SMAN 1 Teras Boyolali sabet Medali Perunggu di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2024
Siswi SMAN 1 Teras Boyolali sabet Medali Perunggu di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2024

SOLOBALAPAN.COM - Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024, yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), telah berhasil menarik perhatian ratusan siswa dari seluruh Indonesia.

Kompetisi ini diikuti oleh 192 siswa dari tingkat SMP/MTs dan 181 siswa dari tingkat SMA/MA.

Final OPSI berlangsung di Jakarta, tepatnya di Hotel Novotel Mangga Dua Square, pada 3 hingga 9 November 2024.

Ajang ini tidak hanya menampilkan pameran karya penelitian, tetapi juga melibatkan wawancara dan presentasi di depan juri yang ahli di bidangnya.

Dalam persaingan ketat di babak final, dua siswa dari SMAN 1 Teras, Boyolali, berhasil meraih prestasi gemilang.

Hosi Permadani dari kelas XII A dan Caysa Rara Kirani dari kelas XII C sukses memperoleh medali perunggu (juara 3) di kategori Matematika, Sains, dan Teknologi (MST).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si, pada acara penutupan yang dilaksanakan pada Jumat, 8 November 2024.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar tidak hanya bagi SMAN 1 Teras, tetapi juga bagi masyarakat Boyolali, yang merasa terinspirasi oleh prestasi generasi muda daerah mereka yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Hosi dan Caysa mempresentasikan penelitian berjudul "Efek Domino: Pengaruh Web Sayur Gunung Berbasis Algoritma dalam Memprediksi Masa Tanam Hortikultura".

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi berbasis web yang membantu petani dalam menentukan waktu tanam yang optimal untuk komoditas hortikultura.

Web Sayur Gunung dirancang untuk memprediksi periode tanam yang tepat, guna menghindari kerugian akibat harga jual yang rendah saat panen.

Ide penelitian ini muncul dari observasi Hosi dan Caysa terhadap kondisi pertanian di Kecamatan Selo, Boyolali, yang sering menghadapi fluktuasi harga hasil panen.

Melihat permasalahan tersebut, keduanya berinisiatif untuk menciptakan Web Sayur Gunung sebagai solusi bagi para petani.

Sistem prediksi berbasis data stok dan permintaan yang dimiliki web ini dapat membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat agar hasil panen mereka memiliki harga jual yang lebih baik dan menghindari kerugian.

Penerapan Web Sayur Gunung di Kelompok Tani Kecamatan Selo menunjukkan hasil yang positif.

Salah satu petani cabai yang menggunakan aplikasi ini mengungkapkan rasa syukurnya atas manfaat yang diperoleh.

“Web Sayur Gunung sangat membantu saya, sekarang saya tidak lagi mengalami kerugian. Bahkan, saya bisa membeli pedhet (anak sapi) untuk ditabung,” ujar Ninik Aprianti.

Melihat keberhasilan tersebut, Hosi dan Caysa merekomendasikan agar Web Sayur Gunung dapat diperkenalkan ke daerah lain di Boyolali dan sekitarnya.

Mereka yakin bahwa teknologi digital seperti ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Meski demikian, mereka menekankan pentingnya menjaga agar akses penggunaan web ini tetap terbatas untuk kalangan petani saja, guna memastikan tujuan utama dari aplikasi ini dapat tercapai dengan optimal.

Prestasi yang diraih oleh Hosi Permadani dan Caysa Rara Kirani membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Teras tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang unggul, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi tantangan yang ada di sekitar mereka. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#boyolali #SMAN 1 Teras