SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengenai kontingen atlet asal Wonogiri yang tidak dapat mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SD/SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal ini terungkap melalui unggahan yang menunjukkan sebuah spanduk yang memuat pesan sebagai berikut:
DISPORAPAR KAB. WONOGIRI
Ora ndaftarke neng SIMPORA JATENG
KAMI TIDAK BISA BERTANDING
Dalam unggahan itu juga tercantum keluhan panjang, yang menyatakan:
Sungguh terlalu .......pagi sudah upacara pelepasan atlet semua cabor, sudah berangkat sampai GOR Jatidiri Semarang ......ternyata di prank sama Dispora Wonogiri, data atlet semua cabor dari kabupaten Wonogiri tidak ada .....ironis sekali, opo ora kasian atlet-e pak/bu Dispora, mereka latihan gak kenal waktu .....107 atlet pulang dengan membawa kesedihan ????????????????
Baca Juga: Fenomena Aneh di Ndrokilo Wonogiri: Larangan Mengambil Ikan Berlebih dan Cahaya Misterius
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solobalapan.com dari radarsolo, masalah ini bermula dari kelalaian operator Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Wonogiri.
Ia tidak menginput data peserta Popda ke dalam aplikasi yang disediakan oleh pihak penyelenggara.
Akibatnya, kontingen Wonogiri tidak terdaftar dalam acara olahraga tingkat provinsi tersebut.
Meskipun demikian, beberapa atlet dan official tetap berangkat ke Semarang untuk mengikuti Popda.
Mereka tetap diperbolehkan bertanding, namun status mereka hanya sebagai peserta tambahan tanpa hak untuk mendapatkan gelar juara, karena tidak terdaftar secara resmi.
Kejadian ini disebabkan oleh kelalaian dari admin atau operator Disporapar Wonogiri dalam mengelola data.
Meskipun ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam proses pengunggahan data, salah satu tahap terlewatkan oleh operator, sehingga kontingen Wonogiri tidak tercatat sebagai peserta Popda.
Sumber tersebut menjelaskan, “Ternyata tidak didaftarkan. Akhirnya, semua cabang olahraga (cabor) terkejut karena tidak terdaftar.
Ketika pengumuman disampaikan, disebutkan bahwa Wonogiri tidak ikut Popda,” ujarnya pada Selasa (5/11/2024).
Dalam upaya mengatasi masalah ini, Disporapar Wonogiri sempat berkoordinasi dengan Disporapar Provinsi Jawa Tengah.
Hasilnya, beberapa cabang olahraga dari Wonogiri masih diperkenankan untuk ikut serta, meski status mereka hanyalah sebagai peserta tanpa potensi meraih juara.
"Atlet yang ikut tidak bisa mendapat juara atau peringkat. Mereka bisa ikut hanya sebagai pelipur lara. Tapi, yang berangkat hanya puluhan orang," tambahnya.
Padahal, cabor-cabor yang akan berlaga telah mempersiapkan anggaran sendiri untuk biaya perjalanan dan akomodasi.
Atlet juga sudah siap untuk membiayai kebutuhan mereka. Namun, keteledoran operator ini jelas mengecewakan mereka yang sudah bersiap-siap.
Sebagai informasi, dari 107 atlet dan official yang awalnya siap berlomba, hanya sebagian kecil yang akhirnya berangkat ke Semarang untuk mengikuti Popda yang berlangsung pada 4-7 November 2024. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo