SOLOBALAPAN.COM - Dalam acara QS Higher Ed Summit Asia Pasifik 2024 di Macau, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Nisa Rachmah Nur Anganthi, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi global untuk meningkatkan mutu riset dan pengabdian masyarakat.
Membawakan topik “Global Engagement in Research and Community Service: Pathway to Equity and Quality Outcome,” Nisa menyoroti perlunya kemitraan internasional untuk mengatasi ketimpangan ilmu pengetahuan, metode, dan sumber daya antarnegara.
Ia menegaskan pentingnya membangun kesetaraan melalui kerjasama global yang terstruktur, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil.
Dalam presentasinya, ia juga menguraikan lima tahapan kolaborasi global yang efisien: pembentukan kerja sama, identifikasi kebutuhan, kunjungan internasional, implementasi program, dan evaluasi temuan.
"Kolaborasi berbasis kesetaraan sangat penting," ujar Nisa.
Dijelaskan bahwa universitas perlu memanfaatkan teknologi untuk memastikan manajemen proyek yang efisien serta mencari model pendanaan inovatif.
Nisa juga menekankan bahwa keberhasilan kolaborasi ini memerlukan tiga elemen utama: kompetensi, komitmen, dan kepercayaan.
Dengan meningkatkan inisiatif kesadaran budaya dan standar kualitas, universitas diharapkan dapat menghadirkan solusi lebih komprehensif dan berdaya guna untuk berbagai tantangan global. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto