SOLOBALAPAN.COM - Pemblokiran rekening UD Pramono oleh KPP Pratama Boyolali telah menimbulkan kesulitan bagi 1.300 petani perah di Boyolali dan Klaten.
Kebijakan ini mengganggu operasional usaha di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, yang kesulitan dalam membeli susu dari para petani.
Merasa khawatir, para petani ini mendatangi kantor KPP Pratama Boyolali untuk mencari kepastian.
Pemerintah Kabupaten Boyolali pun ikut berperan aktif dalam mencari solusi terkait masalah pajak yang mengakibatkan pemblokiran tersebut.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Insan Adi Asmono, menyatakan telah menerima keluhan dari para petani.
Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk melakukan klarifikasi kepada UD Pramono dan kantor pajak.
Pemkab berusaha memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak untuk mencari jalan keluar.
"Saat ini belum ada kesepakatan, namun kami berharap semua pihak dapat introspeksi. Yang diundang dalam rapat ini tidak semuanya memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan," jelas Insan seperti dilansir Solobalapan dari Jawa Pos Radar Solo
Ia berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan bijak, sehingga semua pihak, terutama petani, tidak dirugikan.
Insan juga meminta KPP Pratama Boyolali untuk lebih mempertimbangkan situasi yang dihadapi para petani.
Di sisi lain, Pramono, pemilik UD Pramono, menghargai usaha Pemkab dalam membantu usahanya tetap berjalan.
Ia menyebut bahwa Dinas Peternakan berupaya agar operasionalnya dapat terus berlangsung meskipun situasi sulit ini.
Pramono mengaku merasa lelah dengan masalah pajak yang tak kunjung selesai.
Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang akuntansi, ia berusaha untuk patuh pada kewajiban pajak yang diminta.
Selama ini, UD Pramono dikenal sebagai salah satu pembeli susu dengan harga tertinggi bagi para petani.
Saat ini, rekening UD Pramono yang dibekukan oleh KPP Pratama Boyolali berjumlah Rp 670 juta, yang menurut Pramono merupakan milik mitra petani dan peternak.
Untuk memastikan hak-hak para petani tetap terjamin selama rekening diblokir, Pramono mengambil langkah menjual beberapa ekor sapi untuk membayar susu.
"Saya sudah menjual beberapa ekor sapi, dengan harga bervariasi. Yang penting, operasional tetap berjalan," ungkap Pramono. (rgl/did)