Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Pelaku Penganiayaan di Ajang Porsema Salah Satu Universitas Negeri di Solo? Pria Berbaju Merah Ini Turut Jadi Sasaran!

Antonius Christian • Kamis, 24 Oktober 2024 | 23:07 WIB
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tengah menjadi sorotan publik.

Salah satunya dalam ajang Pekan Olahraga "Porsema" yang seharusnya dipenuhi dengan semangat sportivitas berakhir dengan dugaan penganiayaan.

Diketahui, korban (RAF) salah satu mahasiswa Ilmu Tanah angkatan 2023 Fakultas Pertanian harus mendapat luka setelah menjalani pertandingan futsal.

Ia harus dilarikan ke RSUD Dr Moewardi usai insiden di lapangan futsal pada Selasa Kemarin (22/10).

Berdasarkan beberapa video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria yang menginjak bagian kepala korban.

Pria tersebut terlihat mengenakan pakaian berwarna merah dengan garis putih. Ia nampak berlari dan mengarahkan kakinya ke bagian Kepala korban.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh radarsolo.com, ada salah satu narasumber yang saat itu berada di lokasi namun Ia enggan untuk disebutkan namanya.

Berdasarkan keterangannya, kejadian ini bermula saat adanya pertandingan antara Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB).

Saat itu, korban terjatuh setelah berbenturan dengan pemain lawan, dan tiba-tiba kiper dari FEB berlari dan menginjak kepala korban.

"Dimana pertandingan mempertemukan Fakultas Pertanian melawan Fakultas Ekonomi Bisnis. Kemudian Korban berbenturan dengan pemain lain sampai jatuh. Kemudian kiper dari FIB tiba-tiba lari dan menginjak kepala korban," jelas narasumber dikutip dari Radarsolo.com.

Baca Juga: Dishub Solo Amankan Jukir Ugal-Ugalan di Acara Haul Habib Ali

Akibat insiden tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara suasana di lapangan sempat memanas antara kedua kelompok suporter.

Rekan korban turut menyayangkan karena belum ada tindakan tegas dari panitia penyelenggara, yaitu BEM UNS, selain larangan bermain bagi pelaku.

"Kami menuntut agar pelaku dibawa ke ranah hukum dan FEB dilarang bermain lagi," ujar rekan korban.

Saat ini, korban telah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sempat dirawat di IGD. (atn)

Editor : Nindia Aprilia
#viral #penganiayaan #FEB #futsal #kiper #Fakultas Pertanian #solo