Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kondisi Korban Penganiayaan di Ajang Porsema Universitas Negeri di Solo Diungkap Pihak BEM Kampus, Pelaku Diberi Sanksi Ini

Laila Zakiya • Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:49 WIB
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Geger tindakan kekerasan antarpemain terjadi di ajang Porsema 2024 yang diselenggarakan oleh sebuah universitas negeri di Solo.

Menurut kronologi, kejadian kekerasan tersebut terjadi pada Selasa, 22 Oktober 2024 sekira pukul 20.30 WIB.

Saat itu, Porsema sedang diselenggarakan dengan pertandingan antara (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) FEB melawan (Fakultas Pertanian) FP.

Ketika korban sedang dalam keadaan terjatuh, kemudian dari arah lain muncul pelaku yang merupakan pemain kiper dari tim lawan, terpatnya FEB.

Pelaku yang berlari ke arah korban, tiba-tiba saja menendang bagian kepala korban yang saat itu sedang tergeletak.

Wasit dalam permainan tersebut langsung memberikan kartu merah kepada pelaku.

Sementara itu, pihak BEM kampus melalui Instagram @porsema.uns memberikan pernyataan resminya, seperti dikutip pada Kamis (24/10/2024).

Lewat unggahan di Instagram tersebut, pihak kampus mengungkapkan kondisi terkini korban yang diketahui berinisial RAF.

Dibawa ke rumah sakit, korban diketahui sudah mendapatkan tindakan berupa rontgen leher dan scan kepala.

"Kemudian terdapat indikasi pembengkakan otak dan patah tulang leher," tulis press release dalam unggahan tersebut.

Setelah mendapatkan tindakan medis lanjutan, korban diberikan tindakan CT scan leher.

Baca Juga: Tragis! Warga Sragen Meninggal Akibat Sengatan Listrik di Rumahnya

Pernyataan BEM kampus mengenai kekerasan saat Porsema antara FEB melawan FP.
Pernyataan BEM kampus mengenai kekerasan saat Porsema antara FEB melawan FP.

Dari hasil ct scan leher tersebut, diketahui tak terdapat patah atau retak, namun korban masih memiliki pembengkakan di otak.

"Kami mengutuk keras tindakan tidak sportif dengan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban," ungkap rilis dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, Asosiasi Futsal Kota Surakarta memberikan sanksi berupa larangan bermain terhadap pelaku di lingkungan AFK Kota Surakarta.

Lebih lanjut, pihak kampus memberikan sanksi berupa larangan seumur hidup bagi pelaku untuk mengikuti pertandikan pekan olahraga di lingkungan kampus. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #kekerasan #universitas negeri #Porsema #solo