Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Insiden Penganiayaan di Ajang Porsema Universitas Negeri di Solo, Mahasiswa Fakultas Pertanian sampai Masuk UGD

Antonius Christian • Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:09 WIB
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.
Kerusuhan Porsema di salah satu universitas negeri di Solo.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Ajang olahraga yang seharusnya membawa kegembiraan berubah menjadi insiden kekerasan.

Hal ini terjadi di Pekan Olahraga Sebelas Maret (Porsema) yang diselenggarakan oleh BEM salah satu universitas negeri di Solo.

Dalam pertandingan tersebut, seorang mahasiswa harus mendapatkan perawatan medis akibat dugaan penganiayaan yang terjadi di tengah pertandingan.

Korban, RAF, mahasiswa jurusan Ilmu Tanah angkatan 2023 di Fakultas Pertanian, mengalami luka serius di bagian kepala.

Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada Radarsolo.com (Solo Balapan Jawa Pos Grup) bahwa insiden ini terjadi pada Selasa (22/10) dalam pertandingan futsal yang mempertemukan tim Fakultas Pertanian melawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Dimana pertandingan mempertemukan Fakultas Pertanian melawan Fakultas Ekonomi Bisnis. Kemudian korban berbenturan dengan pemain lain sampai jatuh. Kemudian kiper dari FIB tiba-tiba lari dan menginjak kepala korban,” jelas narasumber tersebut.

Akibat insiden ini, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah kejadian itu, sempat terjadi ketegangan antara pendukung dari kedua fakultas.

“Saat itu kami semua keluar (dari arena), dan saya tidak tahu (apakah pertandingan) lanjutkan atau tidak,” tambah narasumber tersebut.

Rekan-rekan korban menyayangkan kurangnya tindakan tegas dari pihak panitia penyelenggara, dalam hal ini BEM U*S, yang hanya memberikan sanksi larangan bermain kepada terduga pelaku.

Mereka menuntut agar pelaku diproses secara hukum dan meminta agar tim FEB dilarang mengikuti pertandingan lebih lanjut.

Baca Juga: Erintuah Damanik dan 2 Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur Kini Ditangkap Kejagung, Mahfud MD Seret Ketua PN Surabaya

“Kami yang membela korban menuntut pelaku dibawa ke ranah hukum dan FEB dilarang bermain kembali,” ujar salah satu rekan korban.

Saat ini, kondisi korban sudah membaik dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Moewardi.

Dari pihak pendukung korban sendiri, belum ada keputusan pasti mengenai langkah hukum yang akan diambil.

Namun, mereka membuka kemungkinan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum jika diperlukan.

"Dari para suporter korban belum ada rencana pasti untuk membawa ke ranah hukum, namun tindak lanjut ke depan jika dibutuhkan, bisa ditempuh ke jalur hukum. Sementara masih mediasi dengan pihak panitia penyelenggara," pungkasnya. (atn/lz)

Para siswa berdiri di tepi jalan yang dilewati rombongan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih yang akan mengikuti pembekalan di Akmil Magelang, Kamis (24/10/2024)
Para siswa berdiri di tepi jalan yang dilewati rombongan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih yang akan mengikuti pembekalan di Akmil Magelang, Kamis (24/10/2024)
Editor : Laila Zakiya
#viral #kekerasan #universitas negeri #Porsema #solo