SOLOBALAPAN.COM - Kecelakaan kembali terjadi di Klaten, Jawa Tengah. Namun kali ini melibatkan dua kendaraan sekaligus.
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Cokro-Delanggu, Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten pada Sabtu (19/10) pagi.
Kedua kendaraan terlibat yakni truk boks dan kereta kelinci saling adu banteng. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu berada di jalan utama menuju objek wisata Umbul Cokro. Terlebih lagi ruas tersebut memang sering kali dilintasi truk boks.
Kecelakaan bermula saat kereta kelinci yang dikemudikan Tegar Aditya warga Delanggu melaju dari arah Delanggu ke Cokro.
Mengangkut rombongan ibu-ibu dari Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten yang hendak melakukan senam bersama di salah satu objek wisata di Boyolali.
Total ada sekira 30 penumpang yang diangkut Truk melaju dari arah Cokro.
Saat bersamaan melaju truk boks dengan plat nomor G 1758 BH yang dikemudikan Mei warga Polanharjo, Klaten melaju dari arah Cokro ke Delanggu.
Sampai di lokasi kejadian, kedua kendaraan akhirnya terlibat kecelakaan
Kondisi truk boks sendiri mengalami kerusakan di bagian depan dengan kaca pecah.
Sedangkan kereta kelinci dengan panjang sekitar delapan meter yang terdiri dari dua gerbong mengalami ringsek bagian depan.
Seusai kejadian sekira lima ambulans mengevakuasi para korban yang mengalami luka.
Total ada lima orang yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Delanggu dan RSU Islam Klaten. Dikarenakan mengalami luka-luka di bagian wajah, tangan dan kaki.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten Iptu Alif Akbar Lukman Hakim mengungkapkan dari keterangan di lokasi, kejadian sekira Pukul 07.30 WIB. Berutung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Hanya luka sudah dibawa ke Rumah Sakit. Jumlahnya berapa masih kita terus data," ujar Alif.
Alif menjelaskan, terkait kronologi, membenarkan bahwa kereta kelinci melaju dari arah Delanggu (timur) menuju ke Cokro (barat).
Sedangkan truk dari arah Cokro menuju Delanggu. Tetapi untuk penyebabnya masih dilakukan penyelidikan.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kranggan, Polanharjo, Gunawan Budi Utomo membenarkan warganya terlibat kecelakaan antara truk boks dan kereta kelinci pada Sabtu (19/10).
Terlebih lagi tidak hanya warga Kranggan saja tetapi juga dari Keprabon dan Delanggu.
"Memang rombongan itu tidak hanya dari Kranggan saja. Tetapi memang mayoritas dari warga Kranggan. Mereka hendak senam bersama Indrokilo Boyolali, dengan jumlah 30-40 orang," ujar Gunawan.
Lebih lanjut, Gunawan mengungkapkan, dari 26 orang yang sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit terdapat 20 orang yang diperbolehkan untuk pulang.
Sedangkan 6 orang lainnya harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang.
"20 orang yang diperbolehkan pulang ini karena hanya memar-memar saja. Tidak sampai dirawat inap. Sedangkan enam orang yang akan menjalani operasi yang saat ini dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, RSU Islam Klaten dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten," ujar Gunawan.
Gunawan menjelaskan, korban yang menjalani operasi karena patah tulang di bagian kaki dan dada. Terlebih lagi sebelumnya para penumpang sempat tergencet saat kecelakaan terjadi.
Dari informasi yang dihimpun Gunawan, kecelakaan itu terjadi karena sampai di lokasi kejadian, kereta kelinci yang melaju dari arah Delanggu ke Cokro melaju dengan arah terlalu ke kanan hingga berada di lajur truk boks yang melaju dari arah Cokro ke Delanggu.
"Dari keterangan pengemudi kereta kelinci, di depannya seolah-olah ada andong. Padahal di lokasi tidak ada andong dan mencoba untuk menghindari (sehingga membanting stir ke kanan)," ujar Gunawan.
Gunawan mengungkapkan, kondisi pengemudi kereta kelinci juga mengalami luka. Saat ini sedang menunggu hasil rontgen di rumah sakit. (ren)
Editor : Nindia Aprilia