SOLOBALAPAN.COM - Rangkaian acara wisuda periode kedua ISI Surakarta tahun 2024 digelar pada Rabu, (16/10/2024).
Sebanyak 477 wisudawan program Sarjana, Sarjana Terapan, Magister hingga Doktor mengikuti rangkaian acara wisuda periode kedua ISI Surakarta tahun 2024 yang berlokasi di Pendhapa GPH Joyokusumo Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Sebagai sebuah Institut Seni yang berdiri di kota Surakarta, ISI Surakarta menggelar acara sidang wisuda berbeda dengan kampus-kampus lainnya di Indonesia.
Di ISI Surakarta, menggunakan toga bukan menjadi simbol dari selesainya masa kuliah dan membawa sebuah gelar di namanya.
Para wisudawan sarjana diminta untuk memakai pakaian adat Jawa seperti kebaya beludru polos berwarna hitam, kain jarik, dan sanggul bagi perempuan, sedangkan laki-laki memakai busana kejawen jangkep warna hitam (beskap).
Sementara itu para wisudawan magister dan doktor dipersilakan mengenakan pakaian jas berwarna hitam yang lengkap dengan peci bagi laki-laki.
Sementara itu, bagi perempuan diminta untuk memakai kebaya selutut.
Jajaran Dosen dan Senator juga akan mengenakan beskap berwarna krem selama prosesi sidang ini.
Agar semakin menambah aksen budaya Surakarta, wisudawan dianjurkan untuk menggunakan kain jarik dengan motif gagrak Solo,.
Penampilan tersebut kemudian dilengkapi dengan membawa keris ladrang Solo dan memakai blangkon Solo Kasunanan untuk wisudawan pria.
“Menurut pendapat saya pribadi, ISI Surakarta ingin menonjolkan aspek tradisi nusantara dengan memperlihatkan gaya tradisional yang menjadi sebuah branding dan ciri khas yang menonjol dari ISI Surakarta sebagai institut seni berbudaya,” ujar Basnendar selaku Senat ISI Surakarta yang merupakan dosen Desain Komunikasi Visual (DKV).
Adapun pendapat wisudawan setempat mengenai tradisi wisuda ISI Surakarta yang tidak menggunakan toga ini diakui menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi mereka.
Hasbi Assidiqi, salah seorang wisudawan yang dirayakan pada momen tersebut, mengaku bahwa ia sangat bangga dengan tradisi wisuda ISI Surakarta yang menerapkan gaya berpakaian wisuda yang menggunakan adat jawa dimana wisudawan pria menggunakan beskap dan wisudawan wanita menggunakan kebaya. (mg/Theresia Abigail, Ardi Alvarizi/lz)
Editor : Laila Zakiya