SOLOBALAPAN.COM - Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan, salah satunya seperti yang di lakukan oleh Komunitas Belajar Kreasi 01.
Dalam hal ini Komunitas Belajar Kreasi 01 bekerja sama dengan MKKS Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri pada Senin (7/10/24).
Keduanya menggelar Berbagi Praktik baik dengan tema “Pembelajaran STEAM Wujudkan Murid Kreatif dan Inovatif “.
Kemudian, seminar dilaksanakan secara online atau daring melalui Zoom Meeting yang dipandu oleh host Oneke Asri Anggraheni guru dari SMP Negeri 1 Wonogiri.
Lalu dimoderatori oleh Veronika Cahyani, salah satu Guru dari SMP Negeri 5 Wonogiri.
Berbagi Praktik baik ini dimulai pukul 12.30 WIB yang diawali dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya dan juga Mars Kreasi 01.
Acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Pudi Sri Maryatmo selaku ketua tim kreatif Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri sekaligus Guru di SMP Negeri 1 Ngadirojo.
Beliau menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh peserta webinar sekaligus melaporkan rangkaian kegiatan komunitas Belajar yang terdiri dari 332 peserta.
Ada sebanyak 3 kegiatan di 1 sesi pertama ini dan merupakan salah satu kepercayaan kepada Tim Kreatif dan MKKS Sub Rayon 01.
Kegiatan ini bukan hanya mengejar kuantitas banyaknya sertifikat namun juga kualitas yang mampu bergerak dan menggerakan komunitas belajar yang berdampak pada mutu kualitas pendidikan.
Pudi juga menginformasikan kegiatan 3 in 1 sesi ke 2 yang menghadirkan narasumber yang berkualitas dan menginspirasi.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang dilakukan oleh Riyatmi, Ketua MKKS Subrayon O1 Kabupaten Wonogiri sekaligus Kepala SMP Negeri 7 Wonogiri.
Ia mengharapkan agar seminar ini mampu berbagi praktik baik terkai pembeloajaran STEAM hingga memberikan pencerahan di dunia pendidikan.
Terutama pada projek P5, sehingga para guru bisa mengodopsi pembelajaran STEAM guna memperdayakan atau mengaktifkan murid yang berpusat pada murid (Student Agency).
Setelah mendengarkan beberapa sambutan, kemudian dilanjutkan dengan masuk ke dalam acara inti.
Ada pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber, diantaranya Iwuk Juliyani selaku Kepala SMP Negeri 7 Magelang.
Sedikit informasi, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah penggerak yang meraih Inobel STEAM dan mendapat penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Beliau menyampaikan kondisi siswa Di GEN Z yang pada umumnya lahir antara tahun 1995 sampai dengan 2010.
Pengembangan kompetensi menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid, karakteristik sekolah, serta konteks lingkungan sekitar.
Jenjang pendidikan dasar melalui fase A hingga fase D. Inovasi pembelajaran dengan pendekatan STEAM dipilih sebagai suatu inovasi untuk menjawab tantangan yang perlu dibekalkan pada siswa agar mereka siap menyongsong Indonesia Emas 2024.
Pelaksanaan STEAM di SMP Negeri 7 Magelang dengan peningkatan Kepastian SDM pada inobel STEAM melalui Bimtek, IHT dan Workshop.
Acara ini diakhiri dengan closeing statment untuk para peserta dari beberapa narasumber yang hadir.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran STEAM bukan mengkotakkan pembelajaran sains dengan mapel lain tapi mendorong murid untuk berpikir secara sistematis sehingga kemampuan numerasi murid akan terbangun dan bisa melakukan problem solving sehingga kemampuan literasi murid meningkat.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dalam sesi tanya jawab baik secara langsung maupun melalui chat.
Sama seperti biasanya, panitia menyediakan 5 merchendise menarik bagi peserta yang beruntung.
Setelah itu, acara ini langdung di tutup oleh Moderator dengan beberapa simpulan yang disampaikan kembali. (*/nda)
Editor : Nindia Aprilia