SOLOBALAPAN.COM - Kebakaran kembali terjadi di Desa Kaniban, Kecamatan Juwiring, Klaten yang terjadi pada Jumat (4/10) malam.
Dalam peristiwa ini, kandang ayam yang berisikan 40 ribu ekor ayam berusia satu minggu didapati telah mati terpanggang api.
Kandang yang dilalap si jago merah itu berada di tepi Jalan Raya Juwiring-Delanggu. Berada di antara area persawahan.
Kobaran api melalap kandang ayam sekira 90 persen dari luas bangunan sehingga sempat menjadi perhatian warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, kebakaran itu diketahui warga saat waktu Isya, sekira Pukul 18.45 WIB.
Dikarenakan apinya yang tidak terkendali, sehingga menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten. Ada tiga unit mobil damkar yang digunakan untuk memadamkan api.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Juwiring AKP Sumardi membenarkan terkait kandang ayam yang terbakar itu berisikan 40 ribu ekor.
Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang mengalami kerugian yang ditaksir sekira Rp 4 miliar.
“Tapi tidak ada korban jiwa maupun terluka dari kejadian kebakaran itu. Dugaannya api berasal dari gas untuk pemanas kandang,” ujar Sumardi, Sabtu (5/10).
Sumardi menjelaskan, awal terjadinya kebakaran saat karyawan kandang melihat api menyala di bagian langit-langit.
Terutama pada lantai 1 kandang. Melihat kejadian itu, karyawan tersebut memberi tahu karyawan lainnya dan mencoba untuk memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Selain dengan APAR, juga menggunakan air. Tapi karena sudah membakar bagian sekam untuk alas kandang ayam sehingga api membesar. Karyawan keluar dari kandang untuk menyelamatkan diri,” tambah Sumardi.
Sumardi mengungkapkan, adanya kebakaran itu, karyawan menghubungi pemilik kandang. Kemudian menghubungi petugas damkar dan jajaran Polsek Juwiring yang akhirnya mendatangi lokasi. (ren)
Editor : Nindia Aprilia