Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sanggar Rojolele Delanggu Klaten Gelar Festival Mbok Sri untuk Dongkrak Minat Anak Muda Menjadi Petani

Angga Purenda • Senin, 30 September 2024 | 00:58 WIB
Warga Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten saat melakukan kirab budaya tani dalam Festival Mbok Sri
Warga Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten saat melakukan kirab budaya tani dalam Festival Mbok Sri

SOLOBALAPAN.COM - Sanggar Rojolele kembali mengadakan Festival Mbok Sri yang ke-7 di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten, pada Sabtu dan Minggu (28-29/9).

Festival ini mengangkat tema "Mandiri Sayekti Murakabi" dengan harapan mencapai ketahanan pangan nasional yang ideal.

Berbagai kegiatan berlangsung selama festival, seperti Petani Delanggu Bersholawat, umbul donga petani, kirab budaya tani, serta upacara wiwitan.

Selain itu, juga ada peresmian living museum edukasi pertanian Omah Rojolele, pagelaran wayang kulit, dan pertunjukan tari oleh Sanggar Rojolele.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam festival ini adalah menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani di Klaten, termasuk di Desa Delanggu.

“Masyarakat Delanggu memberikan sumbangsih, minimal di Delanggu dulu supaya minat generasi muda untuk terjun menjadi petani ada yang mewadahi,” ujar Ketua Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto, Minggu (29/9).

Penampilan tari bersama gunungan pari yang dikirab di depan Omah Rojolele, Desa Delanggu, Klaten
Penampilan tari bersama gunungan pari yang dikirab di depan Omah Rojolele, Desa Delanggu, Klaten

Eksan menambahkan bahwa berdasarkan data demografis Desa Delanggu tahun 2021, total populasi mencapai 6.000 jiwa.

Dari jumlah tersebut, hanya 60 orang yang masih bekerja sebagai petani. Di antara mereka, hanya tujuh orang yang berusia di bawah 40 tahun, termasuk dirinya sendiri.

“Delanggu itu terkenal dengan pertaniannya. Tapi mau belajar pertanian di Delanggu itu dimana, selama ini masih bingung.

Mau belajar ke kantor penyuluhan kecamatan maupun ke gakpotan, belum ada ruang bisa menjelaskan proses bertani asal masyarakat Delanggu,” ujar Eksan.

Berdasarkan hasil sensus pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten pada tahun 2023, terdapat 109.415 petani di Kota Bersinar, dengan rentang usia antara kurang dari 15 tahun hingga 64 tahun.

Kebanyakan petani di Klaten berusia di atas 45 tahun.

Sementara itu, jumlah petani milenial yang berusia antara 19 hingga 39 tahun tercatat sebanyak 11.236 orang, yang merupakan sekitar 10,27 persen dari total petani di Klaten pada tahun 2023.

Eksan mengakui bahwa menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani berkaitan erat dengan kesejahteraan.

Dari sudut pandang sosial dan ekonomi, profesi petani sering kali dianggap kurang menguntungkan, terutama dalam hal pendapatan yang diterima.

“Padahal dengan sentuhan teknologi dan mitra mitra jejaring serta kolaborasi untuk peluang itu (kesejahteraan) masih ada.

Katakanlah untuk kebutuhan beras rojolele srinuk di Klaten yakni 90 ton per bulan hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) masih kurang-kurang. Dikarenakan antara supply dan demand tidak imbang,” ujar Eksan.

Eksan menjelaskan bahwa ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan beras Rojolele Srinuk menyebabkan harga gabah kering panen (GKP) di Delanggu meningkat, dari sebelumnya Rp 6.300 per kg menjadi Rp 7.500 per kg.

“Peluang masih ada, tergantung pada kebijakan dan dukungan dari para pemangku kepentingan.

Saat ini, 90 ton gabah baru untuk ASN, belum termasuk pelaku usaha rumah makan dan daerah luar seperti Jabodetabek,” kata Eksan.

Kepala Desa Delanggu, Purwanto, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Mbok Sri.

“Di Delanggu, kami dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun, namun hanya untuk padi. Kami belum bisa menerapkan pola yang dianjurkan dinas pertanian, yaitu padi, padi, palawija.

Oleh karena itu, kami berharap adanya terobosan dari pemerintah daerah atau kampus untuk memberikan saran bagi Desa Delanggu,” tambah Purwanto. (ren/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#klaten #delanggu #Festival Mbok Sri #Sanggar Rojolele