SOLOBALAPAN.COM – Di Jawa Tengah terdapat 104 sekolah yang telah berintegritas, salah satunya adalah SMAN 4 Surakarta.
Sekolah ini, yang juga melibatkan Kepala Sekolah dan Waka Kesiswaan sebagai Pembina, aktif mengadakan sosialisasi dan penyuluhan tentang pencegahan anti korupsi.
Inspektorat Kabupaten Kotawiringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, saat ini sedang merencanakan studi tiru mengenai pencegahan korupsi dan investigasi, dengan SMAN 4 Surakarta sebagai contoh karena statusnya sebagai sekolah berintegritas.
Mengingat Kotawiringin Barat belum memiliki perencanaan pencegahan korupsi, tujuan kegiatan ini adalah mempelajari tahapan implementasi dari SMAN 4 Surakarta dan menerapkannya di sekolah-sekolah di Kotawiringin Barat.
Inspektorat Pembantu Auditor Ahli Madya Eva Olivia menjelaskan bahwa pendidikan pencegahan anti korupsi baru ditetapkan oleh Bupati tahun ini dan upayanya, termasuk sosialisasi dan penyuluhan, belum terstruktur dengan baik.
Saat ini, informasi baru disampaikan kepada masyarakat umum, ASN, dan pengusaha, sementara konsep pendidikan anti korupsi di sekolah masih belum terstruktur dengan baik.
Eva Olivia berharap dapat memperoleh bimbingan dan masukan dari Pak Nanang, Pembina penyuluhan pendidikan anti korupsi, serta bantuan dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah, terutama SMAN 4 Surakarta.
Dalam kesempatan silahturahmi ini, pihaknya berencana membawa ilmu yang didapat untuk disosialisasikan dan kemudian meminta bantuan untuk meningkatkan koordinasi, mengingat proses ini sangat panjang.
Diharapkan sekolah berintegritas dapat menerapkan sembilan poin nilai integritas yang ditetapkan oleh Kompak Api Jawa Tengah, dengan SMAN 4 Surakarta sebagai contoh yang telah menjalankan sosialisasi, internalisasi, dan rencana aksi sesuai juknis untuk sekolah berintegritas.
Seluruh warga sekolah, guru, dan tenaga kependidikan secara bertahap tidak hanya memahami sembilan point nilai integritas, tetapi juga mengimplementasikan pelayanan publik.
Jadi disini, tidak hanya tentang korupsi dan keuangan, tetapi juga dalam pelaksanaan, dan pelayanan harus berintegritas.
Kepala SMAN 4 Surakarta menyatakan bahwa mereka mendapatkan mandat untuk menyampaikan informasi anti korupsi ke seluruh sekolah, karena mereka dan Pak Nanang, selaku Waka Kesiswaan, merupakan penyuluh anti korupsi anggota Kompak Api Jawa Tengah.
Kepala SMAN 4 Surakarta melanjutkan bahwa mereka memiliki komunitas Kompak Api, dan pihak inspektorat sudah menyimpan nomor kontak mereka.
Mengingat jaraknya yang jauh, mereka telah berkomitmen untuk melakukan pendampingan melalui pertemuan via Zoom atau kunjungan langsung jika memungkinkan. serta segera mengirimkan tim ke Inspektorat Pembantu Khusus Kotawiringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk menyampaikan informasi tentang sekolah berintegritas dengan urgensi yang tinggi.(Mg 5/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo