SOLOBALAPAN.COM - Kantor Pos Solo mengalami lonjakan signifikan dalam penjualan e-meterai dan meterai fisik, seiring dengan berlangsungnya pendaftaran CPNS pada periode Agustus-September 2024.
Adanya persyaratan pendaftaran CPNS yang menggunakan e-meterai menyebabkan lonjakan permintaan di kantor pos dari masyarakat.
"Selama pendaftaran CPNS ini, kantor pos harus bekerja ekstra menyediakan meterai elektronik, karena tingginya minat dari pendaftar CPNS," ungkap Deputi Eksekutif General Manager Pos Indonesia Soloraya, Nur Komardi, saat ditemui, Sabtu (7/9).
Nur menjelaskan, kenaikan permintaan e-meterai mulai terasa sejak 5 September. Penjualan e-meterai meningkat lebih dari 100 persen, dari awalnya 46 e-meterai yang terjual pada 31 Agustus menjadi 169 e-meterai pada 2 September.
Kenaikan ini terus berlanjut pada 3 September, dengan penjualan mencapai 560 e-meterai dalam satu hari. Diketahui, harga e-meterai di kantor pos dipatok Rp 11 ribu per lembar.
"Puncak penjualan terjadi menjelang penutupan pendaftaran CPNS, sebelum diperpanjang. Banyak masyarakat datang berbondong-bondong ke kantor pos," jelasnya.
Penggunaan e-meterai merupakan persyaratan baru yang diterapkan pemerintah dalam pendaftaran CPNS tahun ini.
Nur juga mengungkapkan bahwa dua tahun lalu, penjualan e-meterai kurang diminati, dibandingkan dengan meterai fisik yang digunakan dalam pendaftaran CPNS sebelumnya.
Ia juga membenarkan bahwa server pembubuhan e-meterai di website Peruri sempat mengalami gangguan karena tingginya trafik dari para pendaftar CPNS.
"Akibatnya, server Peruri sempat down karena banyaknya yang mengakses e-meterai. Hal ini juga membuat masyarakat berbondong-bondong datang langsung ke kantor pos," tambahnya.
Perubahan kebijakan untuk menggunakan meterai fisik dalam pendaftaran CPNS dinilai Nur sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi lonjakan permintaan masyarakat.
Terbukti, banyak pendaftar yang beralih ke meterai fisik. Penjualan meterai fisik meningkat 18 persen sejak 5 September. Sebanyak 61.700 meterai fisik telah terjual di Kantor Pos Solo sejak 1-6 September.
Sementara itu, sebanyak 1.437 e-meterai terjual selama periode 21 Agustus hingga 7 September.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli meterai, karena ada oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual meterai palsu," tandas Nur. (ul)
Editor : Nindia Aprilia