Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sederhananya Maleman Sekaten Keraton Solo 2024, Adat Istiadat dan Tradisi Leluhur Tetap Dijunjung di Tengah Pembangunan

Silvester Kurniawan • Senin, 26 Agustus 2024 | 20:25 WIB
Ilustrasi (Foto suasana Pasar Rakyat Taman Sriwedar)i - Pasar Malam Sekatern 2024 di lingkungan Keraton Kasunanan digelar sederhana tahun ini.
Ilustrasi (Foto suasana Pasar Rakyat Taman Sriwedar)i - Pasar Malam Sekatern 2024 di lingkungan Keraton Kasunanan digelar sederhana tahun ini.

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Gelaran rutin Pasar Malam Sekaten 2024 terlihat digelar dengan lebih sederhana di tahun ini.

Jika biasanya begitu meriah dan ramai, Pasar Malam Sekaten 2024 tahun ini digelar di tengah keterbatasan.

Meski demikian, pihak Keraton Kasunanan memastikan bahwa esensi Sekaten tahun ini tak akan hilang.

Sederhananya gelaran Sekaten 2024 ini juga diungkapkan oleh Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi.

Ia membenarkan jika tahun ini Pasar Malam Sekaten memang harus digelar dengan keterbatasan.

Keputusan tersebut lantaran pelaksanaan Pasar Malam Sekaten 2024 bersamaan dengan masa akhir Revitalisasi Alun-alun Utara dan tahap awal Revitalisasi Masjid Agung Surakarta.

“Tahun ini agak spesial karena persiapannya mepet dan tempatnya terbatas. Tapi esensi utamanya tidak hilang, roh-nya itu kan Miosaken Gamelan Sekaten, pelengkapnya ada Maleman Sekaten ini,” jelas dia, Senin (26/8).

Sejauh ini antusias masyarakat cukup tinggi.

Pembukaan Maleman Sekaten yang baru dilakukan pada Minggu (25/8) malam, faktanya sejak Sabtu (24/8) malam lalu pengunjungnya sudah membludak.

Pihaknya berharap kesederhanaan sekaten tahun ini tidak mengurangi upacara adat dan tradisi serta kemeriahan yang bisa dirasakan masyarakat.

“Kami mencoba menampung semua aspirasi tapi tetap saja ada yang kurang memuaskan, belum semua aspirasi bisa kami tampung. Misalnya dari pengelola wahana (pihak sinuwun, Red) kita arahka ke halaman parkir Pasar Klewer Timur tapi belum berkenan,” papar Eddy.

Baca Juga: Polwan Putri Sirty Cikita Viral Tegur Orang Makan saat Dirazia, Warganet Fokus dengan Kalimat Awal Ini: Status Sosialmu Penentu!

Kendati demikian, upacara adat dan tradisi Sekatenan tetap direncanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Gamelan Sekaten tetap akan ditabuh sesuai waktu yang ditentukan, kemudian Grebeg Maulid dengan dua gunungan juga akan digelar seperti biasanya.

Kemudian pedagang makanan tradisional seperti telur asin, jenang, kinang juga tetap ada.

Bedanya hanya ditempatkan di lokasi baru agar tampak lebih baik.

“Pelaksanaanya sampai 20 September, ada di Pagelaran, halaman Masjid Agung dan halama parkir Pasar Klewer sisi timur. Nanti di Siti Inggil juga akan kegiatan seni budaya,” beber dia.

Pantauan Radar Solo (Solo Balapan Jawa Pos Grup), meski tidak seramai biasanya pengunjung Maleman Sekaten yang dihelat Keraton Kasunanan Surakarta itu tetap menjadi jujugan warga Solo dan sekitarnya.

Banyak pengunjung yang sengaja datang sekadar untuk melihat-lihat, namun tidak sedikit pula yang datang untuk menaiki sejumlah wahana permainan yang bisa mereka lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Memang lebih kecil areanya, tapi tetap ramai. Banyak juga pengunjungnya. Jadi tetap menyenangkan untuk dikunjungi bareng keluarga,” ucap Adi dan Nur, pasutri yang datang bersama kedua anak mereka yang masih usia SD. (ves/lz)

Editor : Laila Zakiya
#sekaten #keraton kasunanan surakarta #pasar malam