SOLOBALAPAN.COM - Seorang kader Partai Perindo berinisial VH, berusia 43 tahun, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, AS.
Pernikahan korban dengan suaminya baru berlangsung kurang dari sebulan.
Informasi ini diungkapkan oleh Sari, salah satu rekan partai korban. VH meninggal dunia pada Minggu (18/8) dinihari dan telah dimakamkan pada Senin (19/8) siang.
Kecurigaan mengenai kasus KDRT mulai muncul setelah Sari menerima foto korban sebelum proses pemakaman.
"Jadi saya dikirimi sama kerabatnya. Foto korban setelah dinyatakan meningal dirumah sakit. Dimana banyak luka lebam pada tubuh korban.
Kemudian, Sari menambahkan bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena diduga menjadi korban KDRT oleh suaminya.
Sari juga mengungkapkan bahwa ia sempat mengunjungi rumah duka korban yang terletak di kawasan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.
"tapi keburu dikafani, sehingga saya tidak lihat wajahnya.Cuma saya dengar dari tetangga kalau almarhum meninggal karena jadi korban KRDT suaminya," kata Sari.
"Saya juga tanya adiknya, ternyata juga mengiayakan. Sempat mau buat laporan (ke Polisi) namun tidak takut, karena mendapat ancaman," imbuh Sari.
Dia bercerita bahwa pernikahan VH dan AS berlangsung 25 Juli lalu.
"Jadi teman saya ini Statusnya Janda, kemudian dapat suami duda anak 1. Tidak tahu persis awal mulanya perkenalan seperti apa.
Cuma sudah lama kenal. Kemudian ada rencana menikah itu. Jadi dia sampai mualaf juga untuk menikah itu. Karena dulunya Kristen, kemudian suaminya Islam," ungkapnya.
Sari sendiri menuturkan mendapat informasi bahwa VH akan menikah setelah korban memberi kabar.
"Sempat saya tanya, kok tidak kabar-kabar, dirinya malah bilang kalau arany cuma kecil-kecilan, jadi cuma untuk kalangan keluarga saja.
Ya sudah saya tidak masalah soal itu," ungkapnya.
"Kemudian awal bulan dia sempat curhat lagi. kalau dirinya sering dipukuli suaminya. Saya tanya ada maslah apa dia tidak mau cerita lebih lanjut.
Terus setelah kematian kemarin, banyak temen-temen kader yang cerita ternyata sebelum menikah korban jug sering dipukuli.
Banyak yang menyarankan untuk batal menikah saja, tapi dia (korban) menolak," jelas Sari.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kasus KDRT yang berujung maut tersebut.
Namun, dari posting resmi akun Instagram Polresta Surakarta, diketahui bahwa terduga pelaku telah diamankan oleh petugas pada Kamis (22/8) malam.
"Sat-set, gerak cepat, Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Surakarta tangkap sumai pelaku KDRT yang tewaskan istrinyaa di Sumber, Senin (19/8)," tulis keterangan pada caption foto. (atn/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo