SOLOBALAPAN.COM - Farhat Muzaki, siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro, kini terbaring di ruang perawatan IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Hal itu lantaran Ia menjadi korban pohon tumbang pada saat upacara Hari Pramuka ke-63 di lapangan SMP Negeri 1 Wuryantoro pada Rabu pagi (14/8/2024).
Farhat mengenakan alat penyangga leher dan meski masih dalam keadaan sadar, ia mengaku merasakan sakit di bagian belakang kepala akibat tertimpa pohon.
"Ketika kejadian, tiba-tiba terdengar teriakan dan pohon jatuh. Saya mencoba berlari ke belakang, tapi tetap tertimpa," ujar Farhat, yang kini didampingi gurunya di rumah sakit.
Di tempat yang sama, Anjelika Trisna Pamarta, siswi kelas XI SMA N 1 Wuryantoro, juga menerima perawatan setelah terkena ranting pohon.
Meski mengalami cedera di bahu dan masih menahan sakit, Anjelika tetap dapat tersenyum dan bercanda dengan saudara yang menunggunya.
"Ketika banyak orang panik dan berlari, saya terjatuh dan terkena ranting pohon di bahu," kata Anjelika.
Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Adhi Dharma, mengungkapkan bahwa enam siswa dirawat di rumah sakit dengan cedera bervariasi.
Sebagian besar mengalami cedera kepala, namun tim medis telah melakukan CT scan untuk memastikan kondisinya.
Beberapa siswa juga mengalami luka di tangan akibat refleks melindungi kepala saat pohon tumbang.
"Tim medis kami sudah bertindak cepat di lokasi kejadian. Kami telah berkoordinasi dengan BPJS untuk memberikan jaminan bagi pasien yang terdaftar, sementara bagi yang tidak terdaftar, Pemkab Wonogiri akan memberikan kebijakan khusus untuk menanggung biaya perawatan," tambah Adhi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius dan menjadi bagian dari upaya tanggap darurat untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa yang terdampak. (al)
Editor : Nindia Aprilia