SOLOBALAPAN.COM - SMKN 1 Mojosongo telah menerapkan digitalisasi disebagian besar lingkup sekolah melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Penerapan teknologi digital ini menjadi percontohan bagi sekolah lainnya.
Kepala SMKN 1 Mojosongo, Agus Margono menjelaskan bahwa sekolah telah mengimplementasikan berbagai aplikasi online untuk mendorong pembelajaran.
Mulai dari aplikasi presensi siswa secara digital yang memudahkan dalam mencatat kehadiran siswa secara akurat dan real-time.
"Data kehadiran yang tercatat secara digital ini tidak hanya mempermudah guru dalam melakukan pembinaan terhadap siswa yang sering absen, tetapi juga memberikan informasi yang lebih akurat kepada orang tua mengenai kehadiran anak mereka di sekolah," jelasnya.
Selain itu, sekolah juga menerapkan jurnal pembelajaran online.
Aplikasi ini dimanfaatkan untuk mencatat rekap materi pembelajaran yang telah disampaikan guru, serta mencatat rangkuman kegiatan budaya literasi setiap pagi sebelum dimulainya pembelajaran.
Sekolah juga telah menerapkan rapor online. Siswa dan orang tua juga dapat mengakses surat keterangan lulus dan transkrip nilai saat kelulusan secara digital.
Digitalisasi dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pun sudah diterapkan.
Pemantauan kehadiran siswa di seluruh Lokasi PKL yang tersebar di berbagai wilayah dapat mudah dilaksanakan.
Demikian juga pengisian jurnal kegiatan harian selama PKL, penilaian baik oleh instruktur industry maupun guru pembimbing, serta kepuasan pelanggan, semua bisa diakses dengan mudah.
Selain maju di penerapan aplikasi digital, dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sekolah ini sudah menerapkan model pembelajaran berbasis Teaching Factory, bahkan menjadi pioner yang menjadi rujukan bagi sekolah lain.
Terbukti dengan kegiatan pengimbasan teaching factorypada Selasa (6/7)yang diikuti oleh 3 (tiga) sekolah jejaring, yaitu SMKN Jateng di Pati, SMKN 1 Randudongkal Pemalang, dan SMKN 1 Kedung Jepara untuk menerapkan model Teaching Factory.
"SMKN 1 Mojosongo telah berhasil menerapkan model Teaching factorydengan sangat baik.
Beberapa keunggulan yang telah dicapai antara lain peningkatan kualitas lulusan, relevansi pembelajaran, motivasi belajar siswa, dan kerjasama dengan industri," tambahnya.
Pengimbasan Teaching factorykepada sekolah jejaring terdiri dari tiga tahapan.
Mulai dari pemaparan konsep, Dimana tim SMKN 1 Mojosongo memberikan pemaparan mengenai konsep teaching factorymulai dari tujuan, manfaat, dan langkah-langkah implementasinya.
Kemudian, tahap pelaksanaan yang membahasa secara mendalam berbagai aspek teknis terkait implementasi teaching factory.
"Lalu tahap evaluasi untuk melihat implementasi teaching factorydi sekolah masing-masing selama beberapa waktu. Evaluasi dilakukan untuk merefleksi implementasi yang telah dilakukan dan sebagai perbaikan akan kekurangan yang ditemui," tandasnya. (rgl)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo