SOLOBALAPAN.COM - Sebidang lahan pertanian berukuran 6 meter x 7 meter di kawasan jalan tembus Tawangmangu, tepatnya di Kelurahan Blumbang, mengalami longsor pada Senin (5/8) siang.
Longsor ini terjadi dan tidak sebabkan korban jiwa, namun mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Cemoro Kandang menuju Pasar Tawangmangu sedikit terhambat karena bongkahan tanah sempat menutupi jalan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan dalam laporannya bahwa longsor terjadi di salah satu tebing di jalur tembus Tawangmangu.
Menurut saksi mata, longsor disebabkan oleh lahan pertanian di atas tebing yang mengalami kekeringan dan kemudian dialiri oleh saluran air irigasi.
"Karena derasnya air yang mengalir di lahan tersebut, tanah yang sudah kering akhirnya longsor ke jalan, menutup sebagian jalan tembus," jelas Hendro.
Menanggapi kejadian tersebut, warga sekitar bersama pemerintah kecamatan, gabungan relawan, dan anggota BPBD segera melakukan pembersihan puing-puing longsor.
Berkat tindakan cepat mereka, jalan tembus sudah bisa dilalui kembali.
"Kami mengimbau masyarakat yang melintas di area jalan tembus untuk berhati-hati. Beberapa plakat peringatan longsor telah dipasang di titik-titik rawan longsor. Kami juga telah berkoordinasi dengan masyarakat setempat, pemerintah desa, dan kecamatan untuk selalu memantau situasi," tambah Hendro.
Hendro juga menyarankan agar para petani di daerah rawan longsor lebih memperhatikan kondisi lahan mereka, terutama dalam menghadapi musim kemarau dan hujan yang tidak menentu.
Baca Juga: Wow! Persibo Bojonegoro Resmi Borong Pemain Eks Timnas Indonesia untuk Mengarungi Liga 2 2024/2025
Upaya pencegahan seperti membuat saluran air yang baik dan menghindari penggunaan air secara berlebihan dapat membantu mengurangi risiko longsor di masa mendatang.
Dengan adanya tindakan cepat dari berbagai pihak, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. (rud)
Editor : Nindia Aprilia