SOLOBALAPAN.COM, SOLO - Sebanyak 2 orang suporter Persis Solo menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam atau sajam pada Sabtu, 3 Agustus 2024 malam.
2 suporter Persis Solo itu kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mendapatkan sejumlah luka dalam penyerangan tersebut.
Diketahui bahwa dua orang suporter Persis Solo yang menjadi korban penyerangan itu adalah EF (19) dan MAS (15).
Dua korban hanya menjalani rawat jalan setelah ditangani oleh tim medis pasca mengalami kekerasan menggunakan sajam.
Penyerangan menggunakan sajam itu dikonfirmasi oleh Kapolsek Jebres, AKP Murtiyoko saat dihubungi Radar Solo (Solo Balapan Jawa Pos Group), Minggu, 4 Agustus 2024 pagi.
AKP Murtiyoko menerangkan bahwa kedua korban dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Dr Moewardi.
"Benar, setelah kejadian, kedua orang korban langsung dibawa ke Moewardi untuk dilakukan penanganan," ujarnya.
"Kemarin setelah dijahit lukanya sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Kemarin malam orang tuanya berencana akan membuat laporan ke Polsek, namun kita tunggu belum ada pihak keluarga korban yang membuat laporan resmi ke kita," urai Murtiyoko.
Ia mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, kedua korban berserta sejumlah rekannya tengah mengawal bus Persis Solo dari Manahan menuju Mess Persis yang berada di kawasan belakang kampus UNS.
"Keterangan sementara dari saksi, mereka melihat ada tiga orang berboncengan menggunakan NMax tiba-tiba muncul di trafic light Panggung," kata Murtiyoko.
"Mungkin dikira sesama suporter, mereka tidak ada yang curiga. Hingga kemudian terjadilah kejadian (penyerangan -red) tersebut. Dimana korban EF dibuat terjatuh depan supermarket tak jauh dari Moewardi."
"Dikejar sampai ke arah Pedaringan, kemudian MAS juga terjatuh. Kita belum memastikan apakah benar ada pembacokan, namun dari luka kedua korban diduga ada hal tersebut. Untuk sajam yang digunakan belum termonitor," ujarnya.
Apakah bus Persis Solo mendapat pengawalan dari pihak kepolisian pasca bertanding di Stadion Manahan?
Kapolsek kurang mengetahui hal tersebut.
"Apakah bus dikawal atau tidak saya kurang tahu. Karena untuk pengawalan menjadi tupoksi dari jajaran Satlantas," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen suporter mengawal bus berisi pemain Persis Solo kembali ke mess-nya yang berada di kawasan belakang kampus UNS usai mendapat juara 3 dalam ajang Piala Presiden.
Ketika sampai di simpang empat APPIL Panggung, kedua korban yang saat itu turut mengawal bus Persis Solo, diikuti oleh 3 orang tak dikenal yang berboncengan mengendarai sepeda motor matik NMax Warna hitam.
Ketiga pelaku menggunakan jaket berwarna serba hitam.
Pada saat sampai di jalan Kolonel Sutarto, tiba-tiba korban EF dipepet hingga jatuh setelah menabrak trotoar.
Tak sampai di situ, tiga orang ini juga diduga membacok korban menggunakan sajam berupa celurit pendek.
Sejumlah teman korban dan warga sempat mengejar terduga pelaku, namun berhasil lolos.
Pada saat sampai di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya di kawasan Pedaringan, korban MAS yang terjatuh juga dibacok.
Akibat kejadian ini, korban MAS mengalami luka pada bagian dagu karena terjatuh dari motor dan luka sabet di kaki sebelah kiri.
Sedangkan untuk korban EF mengalami luka sabet di paha sebelah kiri. (atn/lz)
Editor : Laila Zakiya